Ribuan ikan di Sungai Kerumutan Pelalawan mati, limbah sawit PT MAS diduga biang penyebab

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pelalawan - Dalam beberapa hari ini terakhir, mata pencaharian masyarakat di Pangkalan Malako Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan serta Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan terganggu.
Pasalnya, satu-satunya Sungai Kerumutan yang menjadi mata pencaharian mereka mencari ikaan telah tercemar limbah cair yang diduga berasal dari perusahaan perkebunan sawit PT Makmur Andalan Sawit (PT MAS) yang beroperasi di hulu sungai kerumutan.
Akibatnya, dalam beberapa hari ini ribuan ekor ikan mati mengapung di sepanjang aliran sungai Kerumutan yang menghubungkan Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung menuju Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan.
"Ya, sudah sejak Kamis (31/12/15) lalu, banyak ikan yang mati mengapung di sepanjang aliran sungai Kerumutan. Dan kalau dihitung-dihitung, warga sudah mendapatkan ratusan kilogram ikan yang mati mengapung serta ada yang masih hidup, tapi kondisinya sudah lemah tak kuat lagi," ujar Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Kecamatan Bandar Petalangan dan Pangkalan Lesung Saidina Ali, Minggu (03/13/15).
Saidinaa mengaku, temuan ikan mati itu pertama kali diketahui oleh warga di Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan yang memberikan laporan kepada dirinya. Atas laporan itu, pihaknya bersama UPTD Dinas Perikanan Pangkalan Lesung langsung turun ke Sungai Kerumutan untuk mengambil sampel air dan ikan.
Selain banyak ikan yang ditemukan sudah menggelepar diambil warga Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung, pihaknya juga mendapat laporan banyak lagi ikan yang masih mengapung di Sungai Kerumutan tepatnya di Pangkalan Malako Desa Tambun Kecamatan Bandar Petangan.
"Jadi, diduga kuat ribuan ikan mati ini akibat tumpahan limbah pabrik PT MAS yang beroperasi di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung. Tumpahan limbah sawit pabrik itu, terlihat mengapung di sungai dibawa arus dari arah hilir sungai menuju hulu sungai kerumutan. Adapun jenis ikan yang menggelepar hingga mati mengapung akibat keracunan limbah yakni ikan lele, ikan baung, ikan toman dan ikan gabus," sebutnya seraya mengatakan bahwa tim dari BLH Pelalawan juga telah turun mengambil sampel air dan ikan untuk dilakukan pengujian.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan H Syamsul Anwar SH MH ketika dikonfirmasi, Minggu (3/11) kemarin membenarkan adanya ribuan ikan mati mengapung yang ditemukan disepanjang aliran hilir menuju hulu Sungai Kerumutan.
"Dan atas temuan warga tersebut, maka kita langsung menurunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel air serta ikan untuk dilakukan pengujian di Labkesda Propinsi Riau. Jadi, saat ini kita masih menunggu hasil uji baku mutu air serta sampel ikan," ungkap Syamsul.
Nantinya, katanya lagi, dapat diketahui, apakah ikan yang ditemukan mati mengapung ini akibat limbah PKS PT MAS atau faktor penyebab lain.
"Namun, jika nantinya diketahui dari hasil laboratorium kesehatan tersebut, air ternyata tercemar oleh limbah perusahaan, maka kita tidak akan mentolelir hal tersebut serta membawa perkara itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya. [red]

