Diamond Diduga Dibeking Oknum Aparat
DPRD Kota Pekanbaru Minta Pemko Tutup SPA Berkedok Plus-Plus

Ilustrasi Pijat Plus | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Adriyanto meminta kepada Pemko untuk menutup SPA berkedok pijat plus-plus. Alasan ini dikatakanya karena bertentangan dengan visi misi kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan dan madani.
“Kenapa sudah ketahuan dan terbukti dibiarkan di buka. Ada apa ini? Tutup saja langsung SPA itu karena merusak aturan Kota Pekanbaru,” kata Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kepada Beritariau.com, saat dikonfirmasi, Kamis (28/08/2014).
Disinggung tentang adanya oknum aparat yang melakukan pembekingan dibalik pijat plus-plus tersebut, Adriyanto menegaskan untuk segera ditindak.
“Pembeking yang merusak aturan kota tidak dapat ditolerir. Yang melanggar aturan harus di berantas. Meskipun ada oknum aparat dibelakangnya,” cetus Adriyanto.
Diberitakan sebelumnya, gabungan tim Yustisi Pemko yang dikomandoi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Jum'at (22/08/2014) siang melakukan pengerebekan salah satu layanan SPA bernama Delta yang diduga menyediakan layanan pijat 'plus-plus'.
Atas temuan tersebut, Kepala Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Kota Pekanbaru, Musa menyebutkan bahwa Tim-nya langsung melakukan aksi ke lapangan untuk melakukan pengecekan izin yang diberikan terhadap 3 tempat layanan SPA diantaranya Diamond, Delta, dan Glamour SPA untuk dilakukan evaluasi.
Terkait izin, Musa juga mengungkapkan bahwa BPT tidak akan melakukan perpanjangan di tiga tempat layanan SPA berkedok plus-plus tersebut.
“Disitu ada kamar yang bersengkat-sekat. Kita bingung untuk apa kamar itu?,” ungkap Musa.
Dari Informasi yang dirangkum, disinyalir, salah satu tempat SPA bernama Diamond diduga dibeking oleh salah seorang oknum perwira polisi.
Atas informasi ini, Musa mengatakan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu dilapangan apakah hal tersebut benar atau tidaknya.
“Nanti saya cek dahulu. Apa benar tempat SPA itu dibeking oknum polisi,” tutupnya. [bam]
“Kenapa sudah ketahuan dan terbukti dibiarkan di buka. Ada apa ini? Tutup saja langsung SPA itu karena merusak aturan Kota Pekanbaru,” kata Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kepada Beritariau.com, saat dikonfirmasi, Kamis (28/08/2014).
Disinggung tentang adanya oknum aparat yang melakukan pembekingan dibalik pijat plus-plus tersebut, Adriyanto menegaskan untuk segera ditindak.
“Pembeking yang merusak aturan kota tidak dapat ditolerir. Yang melanggar aturan harus di berantas. Meskipun ada oknum aparat dibelakangnya,” cetus Adriyanto.
Diberitakan sebelumnya, gabungan tim Yustisi Pemko yang dikomandoi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Jum'at (22/08/2014) siang melakukan pengerebekan salah satu layanan SPA bernama Delta yang diduga menyediakan layanan pijat 'plus-plus'.
Atas temuan tersebut, Kepala Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Kota Pekanbaru, Musa menyebutkan bahwa Tim-nya langsung melakukan aksi ke lapangan untuk melakukan pengecekan izin yang diberikan terhadap 3 tempat layanan SPA diantaranya Diamond, Delta, dan Glamour SPA untuk dilakukan evaluasi.
Terkait izin, Musa juga mengungkapkan bahwa BPT tidak akan melakukan perpanjangan di tiga tempat layanan SPA berkedok plus-plus tersebut.
“Disitu ada kamar yang bersengkat-sekat. Kita bingung untuk apa kamar itu?,” ungkap Musa.
Dari Informasi yang dirangkum, disinyalir, salah satu tempat SPA bernama Diamond diduga dibeking oleh salah seorang oknum perwira polisi.
Atas informasi ini, Musa mengatakan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu dilapangan apakah hal tersebut benar atau tidaknya.
“Nanti saya cek dahulu. Apa benar tempat SPA itu dibeking oknum polisi,” tutupnya. [bam]

