Ngaku polisi, pria di Kampar ini tipu abang pacarnya sendiri

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Febri Hadi (23), nekat menipu pacar termasuk abang pacar dengan mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Bripka dan bertugas di Polda Riau. Febri berhasil menguras uang senilai Rp52 juta dengan alasan sebagai pelicin untuk meluluskan Doni abang kandung Sari, yang sudah beberapa bulan dipacarinya.
Doni merasa telah tertipu atas ulah Febri sebagai polisi gadungan, korban pun melaporkan kasus kasus yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Kampar Kiri.
"FH sudah kita tangkap, atas kasus penipuan dengan iming-iming menjanjikan korban untuk menjadi seorang anggota TNI. Dalam aksinya, pelaku FH juga mengaku polisi padahal gadungan," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Jumat (30/10/15).
Dalam aksi penipuannya, pelaku berhasil menguras uang tunai senilai Rp52 juta milik korban dengan alasan sebagai pelicin agar korban lulus menjadi anggota TNI.
Guna untuk pengusutan dan pemeriksaan lebih lanjut atas adanya laporan kasus kejadian penipuan yang dilaporkan, hingga kini penyidik Polsek Kampar Kiri masih memeriksa pelaku secara intensif.
"Diduga, pelaku juga pernah melakukan aksi serupa di tempat kejadian perkara yang berbeda. Untuk itu, penyidik masih terus mengembangkan kasus dan penangkapan pelaku," kata Guntur.
Dari keterangan korban, kasus penipuan tersebut berawal dari adanya hubungan asmara antara adik korban dengan pelaku sejak bulan Juni 2015 lalu. Sejak adanya hubungan adik korban yang bernama Sari itu, pelaku sering datang kerumah korban yang di Kelurahan Lipat Kain Kabupaten Kampar.
Kepada Sari dan keluarganya, Febri mengaku seorang anggota polisi berpangkat Bripka dan bertugas di Mapolda Riau. Kepada Doni, abang Sari, Febri mengaku dapat meluluskannya untuk menjadi seorang anggota TNI dengan syarat membayar uang pelicin senilai Rp52 juta agar korban lulus tes.
Percaya begitu saja, Doni dan keluarganya menyerahkan uang sesuai yang diminta pelaku. Setelah ditunggu-tunggu, korban tak juga kunjung di panggil dan diketahui kalau korban tidak lulus menjadi calon anggota TNI.
"Saat ini pelaku sedang kita periksa secara intensif guna proses hukum selanjutnya. Korban dan keluarganya sudah menberikan keterangan atas kasus ini," pungkas Guntur. [Pan]

