Waduh! Konflik Tapal Batas Riau-Sumut Tak Kunjung Selesai

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Permasalahan tapal batas Riau dengan Sumatera Utara belum juga menemukan titik temu. Tepatnya di Desa Batang Kumu, Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Padang Lawas, SUmut.
Melihat kondisi ini, Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) berupaya menyampaikan ke DPR Provinsi Riau. Ketua Himarohu, Abdul Halim, Rabu (21/10) mengatakan, kali ini mereka kembali membuat gebrakan untuk mengembalikan status tapal batas Riau dan Sumut. Karena belum ada kejelasan baik dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.
Dijelaskannya, permasalahan tapal batas Riau dan Sumatera Utara ini turut adanya campur tangan dari PT MAI. Perusahaan itu telah menyerobot lahan masyarakat Desa Batang Kumu.
Sejak masuk ke Riau, perusahaan ini sudah menguasai lahan masyarakat seluas 5.800 hektar. Dan sejak tahun 1999, masalah tapal batas ini tak ada masalah. Namun PT MAI terus menggerogiti sisa lahan yang dimiliki warga seluas 2.000 haktar, yang kemudian memunculkan konflik tapal batas.
"Mewakili Himarohu, Saya menyampaikan desakan untuk pemerintah baik Rohul maupun Riau untuk mempertahankan peta tahun 1999 tersebut. Sehingga tidak ada lagi lahan warga yang diserobot oleh perusahaan," ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Batang Kumu yang juga menjadi korban penyerobotan lahan, Aris Dauly membenarkan hal itu. Ia mengaku sudah sering ikut dalam pertemuan antara perusahaan dan masyarakat.
Bahkan ia juga mengikuti konflik terdasyat, dimana terjadi penembakan terhadap masyarakat sebanyak lima orang karena mempertahankan lahan miliknya. [cp]

