Warga Panipahan Rohil curhat ke Kapolda soal Narkoba dan ISIS

Warga Panipahan Rohil curhat ke Kapolda soal Narkoba dan ISIS

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohil - Warga Panipahan kecamatan Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengeluhkan wilayah mereka yang rawan disusupi pelaku peredaran narkoba dan penganut paham radikal dari ISIS, yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Kepada Polisi, warga berharap ada aksi pencegahan.

"Kami berterima kasih ada TNI masuk desa, polisi juga ada, koran masuk desa juga sangat membantu kami. Tapi kami takut pak, narkoba masuk desa, ISIS masuk desa juga mengkhawatirkan," ujar Ismail, Tokoh Masyarakat Pesisir Pantai Panipahan, Rohil dihadapan Kapolda Riau Brigjend Dolly Bambang Hermawan dan ribuan warga, Senin (13/04/15).

Dalam acara Sambang Nusa yang digelar Direktorat Polisi perairan Polda Riau itu, warga melalui tokoh masyarakat menyempatkan diri berkeluh kesah atas peredaran narkoba, paham ISIS dan nalayan kelas atas yang menggunakan pukat harimau.

"Kami tak menyangka Pak Kapolda mau datang kesini, tak yakin. Tapi faktanya, saat ini hadir bersama-sama kami, maka dari itu kami sampaikan apa yang dikhawatirkan," kata Ismail.

Warga Panipahan yang dominan bekerja sebagai nelayan kecil juga mengeluhkan maraknya Pukat Harimau yang dilakukan nelayan kelas atas dalam mencari ikan.

"Disini, ada 40.000 penduduk. Tapi polisinya, kami lihat hanya ada sekitar 30 personil, sepertinya kurang maksimal," keluh Ismail. Ia berharap ada tambahan personil polisi untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman warga.

Menanggapi keluhan masyarakat pesisir Panipahan, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan meminta warga ikut mengawasi penyelundupan dan narkoba.

"Tadi tokoh masyarakat bilang polisi sedikit dibanding penduduk sebanyak sekitar 40.000 orang, polisi hanya sekitar 30 personil. Sungguh terasa beratnya dengan jumlah segitu. Saya himbau kepada masyarakat jadilah polisi untuk diri sendiri, untuk keluarga dan jadilah polisi untuk lingkungannya," ujar Brigjen Pol Dolly. dihadapan ribuan penduduk Panipahan.

Soal ISIS, lanjut Dolly, pihaknya mensinyalir belum ada terdeteksi sampai ke warga Riau. Namun meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi dan meminta masyarakat bersama-sama mencegahnya.

"Insya Allah dan Mudah-mudahan tidak ada, Kapolres Rohil (AKBP Subiantoro) akan melakukan seminar terkait mengantisipasi paham ISIS. Paham itu adanya di pemikiran, benteng kita ada di alim ulama, tokoh masyarakat, kami harapkan kepada para tokoh untuk cermat memahami paham ini," terang Dolly.

Di daerah propinsi lain, Dolly mencontohkan di sejumlah kabupaten di Pulau Jawan, sudah beberapa orang yang disinyalir ikut berperang di negara lain.

Menurut Dolly, tidak ada alasan bagi siapapun untuk berangkat dan mencampuri urusan negara lain. Jika demikian, pemerintah akan mencabut kewarganegaraannya.

"Mari kita urus negeri sendiri, masih banyak yang harus kita urus, meningkatkan kesejahteraan kita, ketenteraman negara kita, Tuhan memberikan kekayaan di negara ini. Tinggal bagaimana kita mengelolanya, untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat kita," ujar Dolly.

Dengan keterbatasan polisi kita, kata Dolly, pihaknya berterima kasih atas bantuan dari Bupati Rohil Suyatno, yang mengagendakan pembangunan Rumah Kantor Babinkantibmas bagi polisi.

"Pos akan kita maksimalkan. Pak Bupati tadi sudah sampaikan akan membangun babinkantibmas, seperti di Kabupaten Siak ada 83 unit rumah kantor. Masing-masing satu desa satu rumah kantor, di Rohil nanti rencananya dibangun Pak Bupati," ujar Dolly.

Menurut Dolly, dengan adanya Babinkantibmas tersebut, dapat membantu masyarakat yang tidak harus di pengadilan, bisa dengan cara musyawarah.

"Kalau soal pertengkaran kecil antara masyarakat, masih bisa dibina berdasarkan keputusan musyawarah, mediasi oleh Babinkatibmas, itu penting untuk ditindaklanjuti. Seluruh Indonesia, Alhamdulillah Polda Riau peringkat 2 Babinkantibmasnya," pungkas Dolly. [Pan]

Tags :# hukum