Beruntung! Kakek 65 Tahun Nikahi Dosen Muda dan Cantik, Usianya Beda 36 Tahun

Beruntung! Kakek 65 Tahun Nikahi Dosen Muda dan Cantik, Usianya Beda 36 Tahun

Ana Amalia dan Kakek EmenFoto: instagram.com/amaliaana54

Beritariau.com, Jakarta - Pernikahan Ana Amalia dengan seorang pria dengan nama Kakek Emen sempat jadi buah bibir publik karena terpaut usia yang cukup jauh, yakni 36 tahun.

Kala menikahi Ana Amalia, Kakek Emen berusia 63 tahun.

Banyak yang berasumsi bahwa Ana menikahi Emen yang sempat menjabat sebagai kepala desa karena mengincar harta. Namun, isu itu sirna karena Ana mengaku dijodohkan oleh orangtuanya. 

Terlebih lagi, Ana bukanlah wanita sembarangan. Menurut kabar yang beredar ia merupakan seorang dosen lulusan perguruan tinggi.

Awalnya ia belum bisa menerima kehadiran sosok sang suami yang sudah lanjut usia.

Namun seiring berjalannya waktu, Ana Amalia dan Kakek Emen tampak bahagia mengarungi bahtera rumah tangga. Seperti apa kebahagiaan mereka? Yuk, intip potretnya di bawah ini.

Sebelumnya, agat dunia maya sempat dihebohkan oleh pernikahan seorang gadis muda bernama Ana Amalia dengan pria berusia 63 tahun yaitu Kakek Emen.

Ana Amalia dan Kakek Emen menikah pada tahun 2018 lalu lewat perjodohan keluarga.  Saat itu Ana berusia 27 tahun, sementara suaminya telah berumur 63 tahun.

Bahkan keduanya sepakat hanya menggelar ijab kabul pernikahan. Tanpa riasan, tanpa senyuman, ijab kabul hanya diiringi oleh isak tangis Ana Amalia.

Pada masa awal pernikahan, Ana Amalia mengaku belum bisa menerima sosok sang suami dan masih berat hati dengan perjodohan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Ana pun bisa mencintai Emen dengan tulus. Ia bahkan memuji Emen sebagai sosok Imam yang baik, penyayang, dan bisa memahami istri.

Tak terasa pernikahan mereka kini telah berjalan selama lima tahun lebih kurang. Melihat dari akun Instagramnya, pernikahan Ana dan Emen tampak harmonis.

Perbedaan usia yang cukup jauh ternyata tak menjadi masalah bagi mereka. Ana Amalia dan Emen bahagia menjadi pasangan suami istri mengarungi bahtera rumah tangga. (*)