Pilkada Rohil, Usai dari PKB, Wan Ahmad Saiful daftar ke Demokrat

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohil - Usai mengembalikan formulir perndaftaran di DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Calon Wakil Bupati Rohil Wan Ahmad Saiful langsung mengambil formulir di DPC Partai Demokrat. Langkah itu menunjukkan semakin bulat tekadnya maju pada pilkada Rohil.
Dengan gaya yang has dan sederhana, memakai peci haji dan baju warna putih dan mengendarai sepeda motor Mio J BM 2379 MW, Jum’at (27/03/15) sekira pukul 09.15 Wib, Wan diterima panitia penjaringan DPC PKB.
Dari semua data yang diserahkan, pengalaman organisasi dan pengalaman pekerjaannya menarik perhatian, karena, lembaran bio data harus di sambung pada kertas lain.
Panitia panjaringan DPC PKB, Amran mengaku, baru satu orang yang mengembalikan formulir, yaitu Wan Ahmad Saiful. Pihaknya hanya melakukan penjaringan dan nanti melaporkan kepada DPW PKB Provinsi Riau.
Setelah itu, Wan Ahmad Saiful mengambil formulir di DPC Partai Demokrat, diterima Sekretaris Pokja Penjaringan, Kamalius.
Usai mendapat formulir, Wan Ahmad Saiful menjelaskan, untuk partai yang sudah membuka pendaftaran, hatinya tergerak mendaftar dan mengambil formulir ke DPC Partai Demokrat.
“Karna dasar pengalaman, baik itu pengalaman pemerintahan, maupun pengalaman diorganisasi, saya kira, saya siap untuk calon bupati atau calon wakil bupati dari Partai Demokrat ini, atau bergabung dengan partai lain,” jelasnya yang juga ikut memperjuangkan pemekaran Rokan Hilir tahun 1999, yang saat itu dia menjadi Camat Tanah Putih.
Apabila terpilih, dia berazam, memperkuatkan diri, karna seorang pemimpin itu dinilainya harus kuat, menahan amarah, dan kuat dalam hal memimpin.
Berbekal pengalaman di pemerintahan 13 tahun sebagai camat dan 13 tahun sebagai kepala dinas, jika Rohil punya masalah, Ia sudah bisa menggambarkan masalah itu.
“Sengketa tanah, harus dipanggil keduanya. Maka tugas kita sebagai aparatur pemerintah, apabila ada sengketa, menyelesaikan, menengahi,” paparnya kepada wartawan.
Pemimpin itu katanya harus disegani, memiliki kharisma yang lahir sesuai perkataan dengan perbuatan.
“Sebagai contoh, tauladan. Dapat dijadikan contoh, bukan memberi contoh. Kalau memberi contoh tu, hai datang pagi, kalian disiplin, itu memberi contoh. Tetapi datang yang memberi contoh itu jam 09.00 jam 10.00, itu tidak menjadi contoh. Yang menjadi contoh, dia berbicara, tapi seterusnya, dia datang lebih awal. Atau sama-sama pada waktunya. Itu Kharisma,” ujarnya.
Pemimpin itu juga katanya harus berintegritas, antara pemimpin dan bawahan, menyatu, maka kekuatan dalam organisasi akan bagus.
“Dengan motivasi, dia berada di depan, dia ada di tengah, dia ada di belakang. Di depan dia menjadi contoh, di tengah dia memberikan semangat, di belakang dia mendorong,” sebutnya.
Dalam pada itu, Sekretaris Pokja Penjaringan DPC Demokrat, Kamalius menerangkan, saat ini peminat mengambil formulir 5 untuk calon bupati, dan 2 untuk calon wakil bupati.
“Kami pembukaan dari tanggal 25 kemaren, tiga hari yang lalu, sampai tanggal 2 April besok, itu waktu pengambilan formulir atau blangko, terus nanti tanggal 3 sampai tanggal 11, waktunya untuk pengembalian blangkonya,” terangnya.
Setelah pengembalian formulir, pihaknya akan melengkapi administrasi, mulai dari prosedur tahapan dari DPP, dan melaporkan ke DPD diteruskan nanti ke DPP. “Sekitar bulan April, kami usahakan sudah tuntas administrasi semua,” katanya menyebut batas waktu. [bim]

