Jelang Pilkada, Para Balon Bupati Rohil cari "perahu"

Jelang Pilkada, Para Balon Bupati Rohil cari "perahu"

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohil - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupatenn Rokan Hilir (Rohil), sejumlah Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati mulai bergerak. Sejumlah Balon mulai mengambil formulir di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai-Partai di Rohil.

Wan Ahmad Saiful, Rabu (25/03/15) mengambil formulir pendaftaran untuk calon bupati dan calon wakil bupati di kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rohil di Bagan Siapi-api. Ia memilih PKB sebagai perahu karena rasa kecocokan.

“Saya berazam, bernawaitu di hati, ingin jadi calon bupati, atau calon wakil bupati, dari partai PKB ini, dengan niat, bagaimana memperbaiki Rohil kedepan," kata Wan Magister jebolan UNRI itu.

Menurutnya, memperbaiki Rohil kedepan bukan tugas mudah. Ia menganalisa, sistem pemerintahan, pengelolaan keuangan, terutama sumber daya manusia di Rohil harus diperbaiki.

"Sumber daya manusia dalam setahun, belum bisa mengembalikan, the real komparasi arti pemerintahan itu,” kata pria yang pernah 7 kali menjabat sebagai Kepala Dinas ini.

Jika nantinya terpilih sebagai Wakil Bupati, Ia akan menyarankan Bupati untuk memperbaiki sisi pemerintahan dan sistem pengelolaan keuangan yang akan datang betul-betul menyentuh kepada mayarakat, terutama ekonomi masyarakat.

“Selama ini, ekonomi masyarakat itu kurang kita perhatikan, misalnya padi, kita menghasilkan padi, tapi tidak menghasilkan beras, nanti padi hasil dari kita, beras juga harus ada dari Rohil,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tanah terlantar yang tak produktif, sewaktu dirinya menjadi Kepala Dinas Kehutanan, sudah didata pada tujuh kecamatan, terdapat 27,4 ribu hektar yang perlu digarap untuk meningkatkan perekonomian warga. Ia juga mengaku akan berusaha meningkatkan Sumber Daya Manusia.

“Kebetulan dipundak saya ini, amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia, saya risau dengan keadaan umat Islam itu sendiri,” katanya yang juga Ketua MUI Rohil di dua periode itu.

Pembinaan umat yang dimaksudnya, ada titik-titik yang  dijadikan tempat magrib mengaji. “Artinya, Dinas Pendidikan, seimbang dengan pembinaan akhlak kemasyarakatan. Pembangunan fisik, seimbang dengan pembangunan akhlak itu,” sebut Wan Saiful, mantan Ketua Dewan Pimpinan Muhammadiyah Rohil itu.

Selain Wan Ahmad, seorang PNS di Rohil, Syafrudin, akhirnya mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC Partai Gerindra. Syafrudin, merupakan salah satu dari tujuh orang yang sebelumnya telah mengambil formulir. Formulirnya, diterima langsung Ketua Penjaringan, Ucok Mukhtar dikantor DPC Gerindra.

“Pagi ini, saya mendatangi kantor DPC Gerindra Kabupaten Rokan HIlir, dalam rangka mendaftarkan diri, dan sekaligus penyerahan berkas, dalam rangkaian tahapan pilkada 2015-2020, dan saya mencalonkan diri sebagai Bupati Rokan Hilir dari Partai Gerindra,” ujar Syafrudin, saat diwawancarai wartawan.

Ketika ditanya motivasi, Syafrudin menyebut, untuk membangun masyarakat lebih baik kedepan. “Kita selaku putra daerah Rokan Hilir, ingin berbuat sebaik mungkin untuk menata pemerintahan yang lebih baik dengan bekerja sama semua pihak,” katanya menyebut motivasinya maju, tidak berfikir untuk kepentingan kelompok ataupun pribadi.

Karena dirinya mengklaim berbekalkan pengalaman. “Saya sudah mengabdi 30 tahun dipemerintah, selaku pengawai negeri, saya akan coba dengan pengalaman ini, membangun masyarakat, membangun Kabupaten Rokan Hilir dengan baik,” tambahnya.

Terutama, berusaha mengentaskan kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan, melakukan pelayanan kesehatan, sekaligus menciptakan lapangan kerja, menggali potensi-potensi yang selama ini mungkin belum tergali oleh pemerintah saat ini.

Terkait statusnya masih PNS, Syafrudin mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mundur.

“Demi rakyat Rokan Hilir, saya siap berhenti dari pegawai negeri, ada aturan, kalaupun boleh, umur 50 tahun keatas tu boleh mengajukan pensiun, kalau atasan saya mengizinkan saya pensiun akan pensiun, kalau memang harus berhenti, saya sudah siap berhenti. Itu komitmen,” tekadnya.

Tekad sudah bulat, maju untuk menang, tidak menjatuhkan orang lain, tapi maju bersama, menang bersama. “Saya menang untuk masyarakat, saya menang untuk kawan-kawan diseluruh partai, dan saya berjanji tidak akan menjatuhkan orang lain,” katanya.

Kalau dirinya menang, dia bersyukurm tapi kalau kalah, akan mensupport yang menang sesuai kemampuannya. “Tapi saya yakin, untuk putaran kali ini, saya yang akan menang,” katanya optimis.

Kemungkinan, koalisi yang bakal dijalinnya, antara lain dengan PKB, PAN dan PPP, karena persyaratan 20 persen kursi DPRD, Partai Gerindra hanya memiliki 5 kursi, dan butuh 4 kursi lagi.

“Dan tidak tertutup kemungkinan, saya akan mendaftarkan diri kepada semua partai yang membuka diri, dan saya siap dicalonkan. Tapi saya berharap sekali, saya berangkat dari Gerindra. Karna ini partai idola saya,” keinginannya.

Ditempat yang sama, Ucok Mukhtar, Ketua Penjaringan calon bupati dan wakil bupati Partai Gerindra menjelaskan, sampai hari itu, baru satu, Syafrudin, mengembalikan formulir. “Setelah kami lihat dari isi formulirnya, apa yang kami mintakan administrasi, Insya Allah dilengkapi dia semua,” ujar Ucok.

Gerindra, mengharapkan media massa, memberikan masukan-masukan, kepada bakal calon bupati, supaya masyarakat mengetahui.

“Kami dari penjaringan Gerindra mengharapkan juga masukan-masukan dari masyarakat, apa yang disampaikan oleh salah satu bakal calon tadi, dia bertekad adalah ingin di Partai Gerindra, supaya dia bisa maju,” sebutnya.

Sementara di Partai Gerindra, harus membutuhkan empat kursi lagi, sedangkan Syafrudin katanya melirik PKB. “Kami dari Gerindra, berkemungkinan hanya sebagai orang nomor satu, kalau itu, deal-deal antara partai nanti,” katanya. [bim]

Tags :# politik