Bak Preman, Polisi di Riau ancam bakar ruko dan rumah makan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Mengancam akan membakar dan mengobrak-abrik sebuah ruko serta rumah makan di Jalan Riau Kota Pekanbaru, bak preman, seorang oknum anggota polisi di Mapolda Riau berinisial RS dilaporkan ke Polresta Pekanbaru. Saat ini, polisi sedang mencari alat bukti dan akan memeriksa pelapor, Ardi Bustami.
"Penyelidikannya masih berlangsung. Korban akan diperiksa. Terlapornya merupakan anggota yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Tindak pidananya akan diproses," tegas Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiawan Harun Sik, Senin (16/03/15).
Dijelaskannya, pada Minggu (15/03/15), Ardi melaporkan kejadian yang terjadi pada hari yang sama. "Korbannya adalah Aliong, sebagai pemilik dari ruko dan rumah makan tersebut," jelasnya.
Terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan oknum itu, Hari tak bisa menjelaskan karena menyerahkan sepenuhnya kepada Propam Polresta Pekanbaru.
"Tergantung korbannya membuat laporan ke Propam atau tidak. Yang jelas, tindak pidananya akan tetap diproses," ucap Hari.
Dikatakannya, motif perbuatan pelaku diduga karena adanya hutang piutang dengan korban. "Dugaan sementaranya itu," pungkas Hari.
Terpisah, Kabid Profesi dan Pengamanan Polda Riau AKBP Budi Santoso dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. "Dilaporkan ke Polresta Pekanbaru," ucapnya.
Pihaknya belum menangani terlapor karena masih menunggu penyidikan tindak pidana. "Di Polresta juga ada Propam. Mungkin ditangani disana dulu. Biasanya, Propam Polda hanya menerima pelimpahan saja," jelasnya.
Informasi dirangkum, kejadian berawal sewaktu pelapor, Ardi Bustami, sedang duduk di depan ruko dan rumah makan tersebut. Tak lama kemudian, datang terlapor RS memakai mobil Toyota Fortuner.
Begitu turun, RS langsung mematikan saklar listrik di tempat tersebut sambil mengeluarkan kata-kata kotor. Kepada Ardi, terlapor langsung menanyakan keberadaan bosnya, Aliong.
Belum sempat dijawab oleh Ardi, terlapor langsung masuk ke rumah makan tersebut dan membalikkan dua meja, yang mengakibatkan gelas dan piring pecah.
Selanjutnya, RS masuk ke ruko dan kembali menanyakan Aliong. Ardi yang ketakutan melihat ulah pelaku menjawab bahwa Aliong tidak berada di tempat.
Emosi mendengar jawaban Ardi, pelaku langsung melempar kursi ke etalase sehingga pecah. Pelaku kembali mengeluarkan kata-kata kotor dan memerintahkan Ardi memberitahukan ke Aliong untuk menjumpainya.
Sebelum pergi, pelaku mengancam akan membakar ruko dan rumah makan tersebut, kalau Aling tidak jadi menjumpainya. [Pan]

