LLMB Siak Protes Pemberikan Gelar Kepada Politisi PKS Salim Segaf Al Jufri oleh LAMR Kabupaten Siak

Panglima Muda DPDK LLMB Hang Tuah, Dt. Syahuril

Beritariau.com, Siak - Rencana Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak memberikan gelar adat kepada Ketua Majelis Syura (KMS) PKS Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, Lc., M.A mendapat sanggahan dari Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kabupaten Siak.

Panglima Muda DPDK LLMB Hang Tuah, Dt. Syahuril kepada media ini mengatakan kalau hal tersebut tidak sesuai alur dan patutnya dan ini menurutnya lebih kental nuansa politiknya.

Bahkan menurut dia, berdasarkan informasi yang diterimanya kalau pemberian gelar adat itu juga terkesan mendadak tanpa dilakukan pembahasan sebelumnya. Informasi dari MKA LAM Siak tidak ada rapat pembahasan khusus tentang pemberian gelar adat kepada politisi PKS itu, artinya pemberian gelar adat cacat hukum tidak sesuai dengan ADRT. LAM itu lembaga milik orang melayu, bukam milik pribadi, sepatutnya hal tersebut dimusyawarahkan terlebih dahulu.

"Kami dari LLMB Siak menyatakan tidak setuju dengan pemberian gelar adat tersebut, apalagi yang diberi gelar adalah petinggi partai politik dan kita juga akan masuk ke tahun politik, dan kami tidak menemukan alasan yang pas terhadap pemberian gelar tersebut," ujarnya, Jumat (4/11/2022).

Dt. Syahuril juga mengingatkan LAM Siak untuk mendengarkan aspirasi yang komunitas-komunitas melayu yang ada khususnya di Siak, bahkan jika nanti hal ini tidak diindahkan, laskar LLMB akan turun melakukan aksi memprotes rencana pemberian gelar itu.

Sebelumnya diberitakan kalau penabalan gelar adat oleh LAMR Kabupaten Siak kepada kepada Ketua Majelis Syura (KMS) PKS Dr. H. Salim Segaf Al Jufri, Lc., M.A, akan dilaksanakan, Ahad (06/11/2022).

Habib Salim ditabalkan gelar adat dikarenakan ketokohan, peran dan juga kakek moyangnya pernah menjadi panglima di kerajaan Siak yakni Tengku Pangeran Kesuma Dilaga atau Tengku Sayid Zein Al Jufri yang dimakamkan di komplek pemakaman di Raja Siak Marhum Pekan.

Kabarnya, Dr Salim akan mengunjungi Provinsi Riau selama 4 hari, mulai tanggal 5-8 November 2022 dalam rangka “Dr Salim Menyapa Indonesia”. (*)