Bandar narkoba gunakan Perairan Rohil jadi jalur pemasaran

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Riau seakan tiada henti. Jalur masuk dan modusnya pun berbeda-beda. Mulai dari arus darat, udara, bahkan arus yang sering terjadi yakni perairan.
Namun, jalur perairan di Riau tidak dilakukan secara terang-terangan, para pemasok barkoba menggunakan pelabuhan tikus sebagai tempat yang aman yang tidak terpantau aparat.
Modus itu, kali ini mulai berkembang. Tidak hanya melalui pelabuhan tikus saja. Modus pendistribusian mulai bergeser kepada modus baru, yakni melalui jasa pengiriman paket, salah satunya di kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Kapolres Rohil AKBP Subiantoro, Minggu (18/01/15) mengatakan secara terang-terangan, distributor Narkoba mendistribusikan kepada pemesan melalui layanan pengiriman resmi.
Modus baru ini, diungkap oleh jajaran Polres Rohil.Dari data Polres diketahui, modus operandi baru menyelundupkan Narkoba menjadi modus baru menyelundupkannya ke dalam negeri.
"Sekarang tak pakai kurir, tapi sudah pesan online. Kita akan telusuri lebih lanjut," ujar Subiantoro.
Menurutnya, Kabupaten Rohil menjadi satu di antara sejumlah pintu masuk pengiriman Narkoba dari luar negeri. Karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka, menjadikan Rohil dekat dengan jalur perdagangan internasional.
Kondisi geografis inilah yang menjadikan Rohil cukup menjanjikan bagi para penyelundup narkoba kelas kakap untuk memperdagangkan barang haram tersebut di Indonesia.
"Rohil itu pintu masuk Narkotika terbesar. Januari ini saja sudah 30 an kasus yang kita ungkap. Kita tangani yang besar-besar," jelas Subiantoro. [Pan]

