Astaga! Tukang Ojek di Pekanbaru tewas ditikam Orang Tak Dikenal

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang tukang ojek asal daerah Pandau (perbatasan Pekanbaru dan Kampar, red) bernama Horatua Tambunan (54), tewas bersimbah darah usai ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (16/01/15).
Tikaman pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu mengenai 3 bagian tubuh Horatua yaitu di lengan kiri, bahu kiri dan pinggang belakang bagian kiri.
Nanang, warga setempat yang pertama mengetahui peristiwa itu mengatakan Horatua dihabisi di kawasan Jalan Gunung Raya KM 19 Kelurahan Kulim, tepatnya di depan gerbang PT Muda Raya, sekitar pukul 19.00 Wib. Saat itu, Horatua diketahui sempat meminta tolong usai ditikam dan ditinggalkan pelaku.
Namun, belum sempat ditolong, Horatua akhirnya meninggal dunia di TKP, persisnya di depan pagar perusahaan itu.
"Pertama kali kita dihubungi pihak RT setempat sekitar sehabis Magrib dan anggota yang piket langsung meluncur ke lokasi," ungkap Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Meilki Bharata, Jumat (16/01/15) malam.
Dugaan sementara, kata Meilki, nyawa korban dihabisi lantaran ada dendam antara si Pelaku dan Korban. Anehnya, sepeda motor korban merek Supra X 125 nomor polisi BM 5942 OM, juga ikut raib pada saat kejadian.
"Masih selidiki, apakah ini perampokan atau penganiayaan," paparnya.
Anggota Mapolsek Tenayan Raya dan unit Reskrim Polresta Pekanbaru yang melakukan penyisiran disekitar lokasi malam itu, menemukan 2 buah pisau sangkur yang dibuang terpisah 1 KM dari titik korban ditemukan warga. Malahan, 1 diantaranya dalam keadaan patah.
"Ada 2 BB jenis pisau ikut kita amankan, dan sebuah helm. Kita duga korban sempat melakukan perlawan, melihat ceceran darah dan posisi pisaunya," kata Meilki.
Usai lakukan olah TKP, korban selanjutnya dibawa kekamar jenazah RSUD Pekanbaru guna dilakukan outopsi. Sementara pantauan tadi malam, tampak keluarga korban dan kerabat serta rekan seprofesinya juga sudah berada disana.
"Untuk pelaku, masih dilakukan penyelidikan, kuat dugaan jumlah mereka ada 2 sampai 3 orang," tutup Kapolsek. [Pan]

