Pelaku diduga Oknum Anggota TNI
Diduga soal bisnis, anggota DPRD Riau dari PDIP pingsan dikeroyok

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota DPRD Riau dari Fraksi PDIP, Sugeng Pranoto (46), warga Jalan Kahyangan Kelurahan Tangkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai, harus dirawat di Rumah Sakit (RS) karena kritis akibat dianiaya oleh dua rang tak dikenal (OTK). Hingga kini, politisi PDIP itu masih belum sadarkan diri.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiawan Harun dikonfirmasi wartawan Jumat (16/01/15) mengatakan, pihaknya telah menerima laporan penganiayaan itu. "Laporan sudah diterima dan kasusnya masih penyelidikan," katanya.
Untuk mengetahui identitas pelakunya, penyidik Reskrim Polresta Pekanbaru sudah memeriksa dua petugas keamanan di Kantor PDIP di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
"Ada dua Satgas PDIP yang diperiksa tadi. Pelakunya belum diketahui identitasnya. Sementara korban sendiri masih belum bisa dimintai keterangan, karena masih dirawat di rumah sakit," ujar Hari.
Menurut Hari, yang membuat laporan dugaan penganiayaan adalah keluarga korban sendiri. Polisi menerima laporan setelah korban dirawat di RS Awal Bros Pekanbaru.
Informasi dihimpun, kejadian berawal sewaktu Sugeng mengikuti Rapat Persiapan jelang Musyawarah Daerah (Musda) PDI-P Provinsi Riau di kantor PDI-P Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (15/1) malam, sekitar pukul 20.00 Wib.
Tiba-tiba, dua pria yang diduga orang bayaran mendatangi Sugeng dan memukulinya hingga babak belur dan pingsan. Setelah Sugeng terkapar, para pelaku langsung melarikan diri. Sugeng yang tidak sadarkan diri mengalami luka memar pada bagian pinggang sebelah kiri dan dilarikan ke ruangan Intensive Care Unit (ICU) RS Awal Bros.
Mendapat kabar suaminya dikeroyok, istri Sugeng, Poppy Kusumawati (44), langsung mendatangi RS Awal Bros dan selanjutnya membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.
Terkait penyerangan anggota DPRD itu, Ketua DPRD Riau Suparman yang dihubungi menyatakan mengutuk keras penyerangan anggota Legislatif itu. Ia pun meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus itu hingga tuntas. Menurutnya, siapapun pelakunya tak boleh kebal hukum.
"Ini sebuah tindakan mengkhawatirkan! Dewan saja dibrutalkan seperti itu, bagaimana dengan rakyat. Padahal, situasi akhir ini kondusif. Kalau kasus ini tak dituntaskan, akan menjadi polemik yang tak baik di mata masyarakat," kata Suparman, melalui sambungan seluler dari Kabupaten Bengkalis, Jumat malam.
Meski pelaku penyerang belum diketahui identitasnya, namun, desas-desus yang beredar diduga dua pria itu adalah oknum anggota TNI. Diduga, aksi itu terkait persoalan uang dari bisnis tanah timbun. [Pan]

