Diduga selingkuh dengan mahasiswinya
Digosipkan selingkuh, dosen UNRI tendang mahasiswanya

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Ari Krisna Putra, Dosen di Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR), dilaporkan mahasiswanya, Asman (24), ke Polda Riau. Pasalnya, Asman mengaku dianiaya sang dosen karena menyebar rahasia perselingkuhan dosen itu dengan seorang mahasiswi.
"Laporan secara tertulis sudah masuk, korban sudah dimintai keterangannya. Selanjutnya, pelaku sang dosen (Ari Krisna) segera dipanggil untuk dimintai keterangannya," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Minggu (18/01/15).
Data di kepolisian menyebutkan, Asman menduga sang Dosen selingkuh dengan mahasiswi Ilmu Administrasi Universitas Riau (UR). Mengetahui aib dosen itu, Asman pun bercerita kepada temannya.
Mendapat kabar Ia digosipkan selingkuh oleh Asman, sang dosen naik pitam, lalu mendatangi Asman lalu menendangnya. Merasa takut dengan arogansi sang dosen, Asman pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda Riau.
Kepada wartawan, Asman mengaku mengalami memar di bagian kaki kanannya karena ditendang dosennya, Ari Krisna. "Penganiayaan itu terjadi pada Kamis (15/01/15) sore lalu, sekitar pukul 15.30 WIB. Saya dipanggil bapak itu (Ari Krisna) ke laboratoriumnya," ujar Asman.
Menurut Asman, saat bertemu, awalnya komunikasi biasa saja, Ari Krisna menanyakan perihal perkuliahannya. Kemudian, pembahasan mulai menyerempet tentang isu perselingkuhan dirinya dengan sang mahasiswi.
"Mau lu sekarang apa, ayok kita keluar!," kata Ari seperti ditirukan Asman.
"Ya saya kira diajak berantem di luar, rupanya pintu labor dikunci agar tak ada yang masuk. Lalu kerah baju saya ditarik. Ya saya melawan," kata Asman lagi.
Asman pun menepis tangan Ari, "Biasa aja tangan tu!," tukas Asman.
"Mau lu apa?," kata Asman, menirukan kalimat Ari saat kejadian itu.
Tak ayal, sang dosen pun kemudian menendang kaki kanan Asman, tak ingin perpanjang masalah, Asman memilih untuk pergi meninggalkan sang dosen.
"Saya langsung pergi. Tapi setelah itu ia menghubungi saya kembali, untuk mengajak ketemu di luar malam harinya, tapi untunglah tak jadi," jelas Asman.
Menurut Asman, sang dosen tak terima dan berpikir bahwa dirinya berniat akan menghancurkan kariernya dengan isu perselingkuhan ini.
"Padahal bukan saya yang menyebarkan isu ini. Semua mahasiswa sudah tahu dan jadi rahasia umum di kampus," terangnya.
Setelah berpikir panjang, Asman akhirnya memberanikan diri melaporkan tindakan dosennya ke Kepolisian.
"Sudah melapor ke Polda. Saya berharap polisi membicarakan ini ke Dekan, kalo tak ada tanggapan baru disuruh melapor kembali ke Polda," jelasnya.
Akibat ulah sang dosen, Asman mengaku takut untuk ke kampus. Ia khawatir kejadian serupa terulang lagi atau mungkin bisa lebih fatal.
"Sampai-sampai saya tak bisa tidur. Saya takut ke kampus. Dan saya juga takut akan berpengaruh terhadap nilai saya," pungkasnya.
Kampus Universitas Riau sendiri kerap menjadi sorotan, sebab beberapa kasus belakangan sering terjadi, mulai dari dugaan perselingkungan antara dua dosen yang bergelar doktor, dugaan calo nilai, calo pelulusan calon mahasiswa kedokteran, serta perbuatan tidak menyenangkan antara dosen lainnya.
Kasus-kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dan Polda Riau, namun hingga kini, belum jelas penyelesaian penyelidikannya di kepolisian. [Pan]

