Polresta Tangkap Pengedar Pil Ekstasi dan Sabu di Hotel Pekanbaru

Polisi mengamankan empat pelaku beserta barang bukti sebanyak 4.093 butir pil ekstasi, 3.437,44 gram serbuk ekstasi, dan sabu sebanyak 197,6 gram.

BeritaRiau.com, Pekanbaru - Polresta Pekanbaru ungkap pelaku peredaran obat terlarang di salah satu hotel di Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru. 

Polisi mengamankan empat pelaku beserta barang bukti sebanyak 4.093 butir pil ekstasi, 3.437,44 gram serbuk ekstasi, dan sabu sebanyak 197,6 gram.

Kombespol Pria Budi Kapolresta Kota Pekanbaru, saat gelar konferensi pers di halaman Polesta Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru (29/09/2022), mengatakan, penangkapan keempat pelaku itu merupakan upaya Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota (Satresnarkoba Polresta) dan Polsek Kecamatan Bukit Raya.

"Dari hasil penangkapan, pelaku diamankan di tempat berbeda, JRD (38), WS (34), RS (42) dan, F. Diantaranya tiga warga pekanbaru, dari tiga ini ada satu warga binaan lapas, dan satu warga Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara," katanya saat gelar konferensi pers di halaman Polesta (29/09/2022).

"Awal penangkapan itu, tim mendapat informasi adanya pelaku pengedar di salah satu hotel," katanya.

Bermula dari informasi itu, pada hari senin (09/2022), pihaknya melakukan pengejaran dan berhasil menemukan keberadaan pelaku Inisial WS warga kecamatan Sukajadi dan RS warga Kecamatan Bukit Raya yang saat itu sedang berada di salah satu hotel yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru.

Dari tangan kedua pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 4.093 butir dan sabu sebanyak 200 gram. Oleh pengakuan kedua pelaku, setelah dilakukan pengembangan, keesokan harinya, selasa (20/2022), tim pun berhasil menemukan kedua pelaku lainnya.

"Dari hasil pengembangan, tim menemukan keberadaan JRD. Dari tangan pelaku diamankan pil ekstasi sebanyak 3.437,44 gram," kata Pria Budi.

Dari pengakuan JRD, polisi juga melakukan pengembangan dan berhasil amankan tersangka yang merupakan warga binaan lapas inisial F. F merupakan salah satu pengendali keluar masuknya barang dilapas.

Keempat pelaku saat ini telah ditahan beserta barang buktinya. Dari pengakuan pelaku yang ditangkap, menyebut barang haram itu dipasarkan di Kota Pekanbaru. 

Karena perbuatannya, keempat pelaku dijerat peraturan hukum narkotika, Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, "dengan ancaman hukuman 6 tahun, maksimal 20 tahun. (*)