Dibujuk rayu, Wulan disekap dan dicabuli di gubuk kawasan hutan

Dibujuk rayu, Wulan disekap dan dicabuli di gubuk kawasan hutan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Malang bagi Wulan (nama samaran, red). Anak Baru Gede (ABG) berusia 13 tahun warga Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti ini, terbuai "jurus" rayuan maut pria setengah baya, Nano (40). Alhasil, Ia dipaksa jadi budak seks Nano selama 3 hari. Parahnya, aksi itu terjadi di sebuah gubuk di kawasan hutan.

Informasi yang dirangkum, Wulan didapati orang tuanya menghilang dari rumah pada Sabtu (11/01/15), sekitar jam 13.30 Wib. Khawatir, mereka melaporkan hal itu ke Mapolsek Tebing Tinggi.

Dari laporan itu, polisi segera melakukan penelusuran yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi. 3 hari dikejar, akhirnya, polisi mengendus keberadaan Nano dan Wulan di kawasan hutan Rangsang.

Saat digrebek petugas, Selasa (13/1/15) dini hari sekitar pukul 03.00 Wib di gubuk itu, Nano berhasil kabur melarikan diri ke dalam hutan, sementara Wulan ditinggalkan di dalam gubuk.

"Korban diselamatkan dan langsung membawanya ke Mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu siang.

Dari keterangan Wulan kepada polisi, selama pelarian ia diajak bertemu oleh pelaku di Selat Panjang. Dari sini, lalu menuju ke Rangsang. Selama itu pula, korban mengakui telah ditiduri pelaku layaknya pasangan suami istri sebanyak 3 kali. "Pengakuannya korban sudah dicabuli 3 kali," lanjutnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan dan memburu keberadaan Nano. Sementara Wulan sudah dikembalikan kepada pihak keluarganya.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Adapun pihak keluarga korban sudah membuat laporan resmi kepihak kepolisian," kata Guntur. [Pan]

Tags :# hukum