Jabat Kepala Kejati Riau, Dr. Supardi: Saya di Sini Tidak Mencari Kaya

Kepala Kejari Riau, Dr. Supardi, S.H., M.H (kanan)

Beritariau.com, Pekanbaru - Dr. Supardi, S.H, M.H kini resmi bertugas di lingkungan Korps Adhyaksa wilayah Provinsi Riau usai berlangsungnya acara perpisahan yang dilakukan di kantor Kejati Riau, Rabu (24/08/2022).

Dalam acara perpisahan itu, Jaja Subagja yang tidak lagi menjabat sebagai kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, memberikan sambutan kepada Kejati yang baru serta salam perpisahan terakhir kepada seluruh staf, pegawai, pejabat dan seluruh rekan-rekan yang hadir di kantor Kejati saat itu.

Usai kegiatan itu berlangsung, kepada awak media, Supardi mengungkapkan program serta visi misinya dalam melaksanakan tugasnya yang baru. 

"Pesan yang disampaikan Jaksa Agung, ya profesional aja dan bisa dipertanggung jawabkan, saya di sini tidak mencari apa-apa dan tidak mencari kaya," katanya kepada wartawan. 

"Dan untuk program, nanti kita lihat, apa-apa aja, apa yang perlu digenjot dan apa yang perlu diselesaikan," katanya.

Mantan Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu menyebut masih akan melihat beberapa warisan laporan maupun kasus yang hingga saat ini belum diselesaikan di Kejati sebelumnya.

Meskipun demikian, diketahui ada beberapa kasus yang pernah dilaporan oleh Ormas Pemuda Tri Karya (PETIR) ke Kejati Riau sebelumnya, yang saat ini belum diproses. Diantaranya, laporan dugaan korupsi dalam proses pendaftaran tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kampar, yang dilayangkan secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Riau, (13/4/2022) lalu. 

Selain itu dugaan korupsi Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait Penyimpangan pengadaan Makan Minum SMA Plus yang dilayangkan (13/6/2022) lalu. 

Ada juga dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Kantor Camat Bathin Solapan dan Kantor Camat, Bandar Laksamana Tahun 2018- 2019, yang dilayangkan (03/02/2022) lalu ke Kejati. 

Dan surat yang dilayangkan Ormas Petir ke Kejati Riau (03/08/2022) lalu terkait upaya penghentian penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi kegiatan di Sekretariat DPRD Kabupaten Siak Sri Indrapura Tahun Anggaran 2017 s/d 2019 dugaan korupsi Sekretariat DPRD Siak.

Kasus itu sebelumnya berada dibawah pimpinan Jaja Subagja yang hingga saat ini belum mendapat ditindaklanjuti. 

Dikonfirmasi terkait beberapa laporan oleh warisan Kejati sebelumnya itu, pihaknya belum mengetahui dan masih akan melihat warisan laporan tersebut.

"Saya belum tau, nanti kita liat lah, saya juga belum baca media. Tapi pasalnya jika menyangkut perkara hajad hidup orang banyak, saya akan liat dulu, kedepannya seperti apa," kata Pria kelahiran Kota Solo ini.

Namun dibeberkannya, dalam hal itu menurut Supardi, pihaknya akan memantau beberapa laporan warisan, dan akan selalu mengambil langkah tegas dalam memberi keadilan setiap laporan maupun kasus yang mempengaruhi masyarakat. (*)