Pelarian sang Ayah Bejat berakhir, tiduri putri kandung sejak SMP

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rohil - Pelarian seorang ayah bejat yang tega meniduri anak kandungnya sendiri yang berlangsung sekitar 6 tahun sejak anak itu masih duduk dibangku SMP hingga tamat SMA, berakhir sudah.
Usai terbongkarnya perbuatan bejat sang ayah itu, dirinya sempat bersembunyi dan akhirnya berhasil diringkus oleh petugas pada Senin (15/12/14) di Gang Keluarga, Desa Kasang Bangsawan Muda kecamatan Pujud sekitar pukul 09.30 WIB.
Dari informasi yang berhasil dirangkum di Mapolsek Bagan Sinembah menyebutkan bahwa, ayah bejat itu adalah Farudin (42) warga jalan Nangka RT 001, RW 002, Desa Bahtera Makmur Kota Kecamatan Bagan Sinembah, Rohil yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bongkar muat SPSI.
Perbuatan Farudin terbongkar saat putrinya (sebut saja namanya Bunga) yang kini berusia 19 tahun itu tidak memperbolehkan teman lelakinya untuk bermain ke rumahnya, dan bahkan dimasa Bunga masih sekolah juga sang ibu sudah mulai menaruh curiga, lantaran setiap pulang sekolah Bunga diharuskan mencium dan memeluk ayahnya.
Mengingat keganjilan yang kerap dirasakan Sur (ibu Bunga, red), membuat Sur ingin mengetahui secara pasti apa yang sedang terjadi antara putri dan suaminya itu, dan dengan sedikit memaksa Sur mempertanyakan kepada Bunga, apakah ayahnya ada pernah melakukan sesuatu terhadap dirinya.
Bak disambar petir disiang bolong, Sur kaget bukan kepalang ketika mendengar pengakuan putrinya yang mengatakan bahwa ayahnya kerap melakukan hal tidak senonoh itu kepada dirinya sejak masih duduk dibangku kelas satu SMP.
Setelah mengetahui kejadian itu yang juga saat itu didengar langsung oleh ayahnya, ayahnya pun langsung berlari ke arah dapur, takut kalau ayahnya akan melakukan sesuatu yang tak diinginkan, Bunga bersama Ibunya pun langsung menyelamatkan diri pergi ke rumah saudaranya dan langsung menceritakan apa yang telah terjadi.
Selanjutnya Sur bersama Bunga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bagan Sinembah, Kamis (4/12/14) kemarin.
Sementara, ayah Bunga pun langsung menghilang pergi melarikan diri hingga akhirnya berhasil diamankan polisi.
Dari laporan Bunga di Mapolsek disebutkan bahwa, perbuatan ayah kandungnya itu pertama dilakukan pada saat Bunga masih duduk dibangku kelas satu SMP, yang pada saat itu Bunga diajak ayahnya menjenguk Bibinya yang baru saja melahirkan di daerah Mahato, Rokan Hulu, dan ditengah perjalanan sekitaran Hutan Tanaman Industri (HTI) itulah ayahnya pertama kali meniduri Bunga di bawah ancaman orang tuanya agar tak menceritakan kepada siapapun.
Dan terakhir perbuatan tersebut dilakukan pada Minggu 5 Januari 2014 sekira pukul 10.00 WIB silam, di rumahnya sendiri ketika Ibunya sedang tidak berada di rumah.
“Ya, kita sudah berhasil menangkap pelaku di daerah kecamatan Pujud, dan saat ini sedang kita proses lebih lanjut," terang Kapolres Rokan Hilir AKBP Subiantoro SH Sik kepada Beritariau.com, Selasa (16/12/14) melalui Kapolsek Bagansinembah, AKP Dody Harza Kesumah SH Sik . [bim]

