Gaya hidup dan mau "naik kelas", jadi Motivasi Pelaku Curanmor

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Maraknya aksi kriminalitas khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Pekanbaru disebabkan beberapa faktor. Selain lemahnya pengawasan kepolisian, juga terdapat kelalaian korban yang tidak menjaga dengan baik kendaraannya.
Pakar Kriminologi dari akademisi Universitas Islam Riau (UIR), Kasmanto Rinaldi SH MSi, Senin (15/12/14) mengatakan, selain faktor polisi dan korban, juga faktor pelaku sendiri yang berbuat kriminal khusus curanmor karena ingin merubah gaya hidupnya lebih glamour dari biasanya.
"Pergeseran prilaku masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup yang westernisasi, life style masyarakat saat ini tidak dibarengi dengan upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup," ujar Kasmanto.
Sehingga hal ini menyebabkan mereka secara tidak langsung berpotensi menjadi korban kejahatan. Salah satunya dengan membeli barang yang "brand" namun dengan harga yang murah.
"Selanjutnya sisi yang kedua adalah dilihat dari motivasi pelaku kejahatan yang memang berniat melakukan kejahatan. mereka ini adalah yang secara pribadi memang ingin menjadikan tindakan jahat sebagai "karir kriminal" mereka, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya," jelasnya.
Dan yang ketiga, sambung Kasmanto, adalah ketiadaan pengawasan, hal ini bisa dilihat bahwa pencurian kendaraan bermotor adalah di tempat-tempat umum, di pasar, di kantor dan bahkan di rumah.
"Artinya masyarakat kurang memberikan pengamanan terhadap harta benda mereka dengan tidak menggunakan kunci ganda, GPS dan alat pengamanan lainnya," terangnya.
Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pencurian kendaraan bermotor cukup tinggi terutama menjelang akhir tahun dimana kebutuhan hidup meningkat dan kelalaian masyarakat semakin sering terjadi. [Pan]

