Sorot Peningkatan Anggaran Pengamanan PTPTN V, Abujapi: Komisaris Titipan Parpol

PTPN V
Beritariau.com, Pekanbaru - Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Wilayah Riau menyoroti peningkatan anggaran rutin jasa pengamanan di PTPN V yang meningkat puluhan miliyar setiap tahun.
Sekretaris BPD Abujapi Wilayah Riau, Kasdi Albasyiri mengatakan, peningkatan anggaran jasa pengamanan cenderung meningkat setiap tahun. Tidak sejalan dengan tingkat kerugian akibat pencurian juga masih tinggi.
“Kerugian akibat pencurian tandan buah segar di perkebunan PTPN V setiap bulan mencapai setengah milyar lebih. Ini menunjukkan tingkat sosial budaya di lingkungan perkebunan tidak berjalan baik,” ujar Kasdi, Sabtu (4/6/2022).
Papar Kasdi mengatakan, sesuai informasi yang diperoleh pada tahun 2020 lalu PTPN V menganggarkan jasa pengamanan sekitar Rp15 milyar. Setahun kemudian di 2021 lalu, anggaran itu meningkat menjadi tahun Rp.30 milyar.
Sedangkan di tahun 2022 ini, sebut Kasdi, angkanya kembali naik dengan peningkatan anggaran mencapai Rp 50 milyar.
Kasdi juga menilai pelaksanaan lelang PTPN V yang dilakukan juga terkesan tertutup terhadap BPD Abujapi Riau yang menaungi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Dengan statusnya Perusahaan milik Negara.
Sampai sejauh ini PTPN V, lanjut Kasdi, tidak pernah terbuka memberi tahukan kepada Abujapi Riau, perihal jasa pengamanan.
“Seharusnya PTPN V melakukan sosialisasi dan transparan dalam pengadaan lelang pengaman, apalagi anggaran yang digunakan cukup besar dengan menggunakan anggaran perusahaan negara,” sambung Kasdi.
Menurut Kasdi, dengan peningkatan anggaran jasa pengamanan setiap tahun di PTPN V ini, maka harus juga harus dilakukan audit secara independen.
Langkah audit , sebut Kasdi, dilakukan mengingat perusahaan plat merah itu disinyalir terindikasi adanya unsur kepentingan politik sehingga menimbulkan cost yang tinggi.
“Pengadaan barang dan di perusahaan plat merah kuat dugaan terindikasi kepentingan politik, apalagi kita melihat yang duduk di komisaris titipan partai politik,” papar Kasdi.
Menjawab yang disampaikan Kasdi, Kabag Humas PTPN V, Risky saat dikonfirmasi Beritariau.com mengatakan, kenaikan anggaran disebabkan peningkatan ruang lingkup kerjasama baik dari sisi luas sampai dengan personelnya.
Peningkatan biaya, lanjut Risky, juga sudah direncanakan dan diketahui oleh Pemegang Saham sebagaimana RKA yang disetujui untuk tahun berjalan.
“Dengan pekerjaan jasa keamanan ini berdampak pada perbaikan penjagaan produksi serta meminimalisir losis,” tutupnya.***

