Demo Dugaan Korupsi Bansos Siak, Iwan P Tantang Kroni Syamsuar Cs
Massa aksi gabungan mahasiswa dan anggota Pemuda Pancasila, mengatasnamakan diri Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan (GPMPPK) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kejati Riau.
Beritariau.com, Pekanbaru - Ribuan massa gabungan terdiri dari mahasiswa dan anggota Pemuda Pancasila, mengatasnamakan diri Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan (GPMPPK) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kejati Riau, Selasa (31/5/2022).
Aksi ini digelar menuntut Kejati Riau untuk segera menuntaskan dugaan penyelewengan penyaluran dana hibah di Kabupaten Siak tahun 2014-2019 lalu, yang diperkiraan merugikan negara puluhan miliar rupiah.
Pantauan Beritariau.com, di lokasi tampak ribuan aksi massa mengelilingi Kantor Kejati Riau, Kantor Gubernur Riau, hingga Kantor Pustaka Wilayah Riau sambil membawa beberapa spanduk tuntutan.
Massa yang dikomandoi langsung Ketua MPC PP Pekanbaru, Iwan Pansa, menuntut pihak Kejati Riau segera menuntaskan dugaan korupsi itu dengan memeriksa Syamsuar yang kini menjabat sebagai Gubernur Riau.
Tidak hanya itu, massa juga turut meminta Korps Adhyaksa ini agar segera memeriksa Indra Gunawan, Ikhsan, dan Yurnalis.
"Mana kroni-kroni Gubernur, mau ngajak perang ayo!," seru Ketua MPW PP Pekanbaru, Iwan Pansa dihadapan para demonstran.
Koordinator Lapangan (Korlap) GPMPPK Nur Admi Aktopan, dalam orasinya meminta pihak Kejati Riau agar memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Ulil Amri, Ikhsan, Yurnalis, Indra Gunawan.
Menurut massa, hasil pemeriksaan akan mengarah kepada aktor utama dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2011 – 2019.
Poin kedua, massa meminta agar Kejati melakukan pemeriksaan terhadap Ulil Amri, Indra Gunawan, Ikhsan, Yurnalis atas dugaan terlibat kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak 2011 – 2019.
"Kami menginginkan pihak Kejati tidak memandang jabatan atas dugaan keterlibatan orang-orang seperti Gubernur Riau dan beberapa pejabat tinggi di provinsi ini," tegasnya.
Massa aksi juga meminta pihak Kejati membentuk tim khusus untuk menuntaskan kasus ini.
"Kami meminta agar seluruh pihak dapat bekerja sama baik dengan Polri, Kejati Riau dan seluruh unsur lainnya agar kasus ini cepat terselesaikan," pinta massa aksi.
”Kami sampaikan dengan tegas, agar Kejati Riau Jaja Subagja, berani dan tegas dalam menangani kasus ini. Jika tidak, kami menilai Kajati Riau gagal dan baiknya mengundurkan diri dari jabatannya," pungkasnya.***

