LLMB Riau & Kepri Bentuk BP3 dan Badan Pengusaha

(Ki-ka) Sekjen LLMB, Jufrizal, Kepala BP3, Dt. Deswandi, Pangbes LLMB, Dt. Ismail Amir, KSP, Dt. Amirsyal Umar dan Kepala BP, Wahyu Satria

Beritariau.com, Pekanbaru - Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau dan Kepri terus berbenah dan berkembang menjadi organisasi masyarakat melayu yang besar dan modern.

LLMB secara resmi telah membentuk dan meresmikan adanya Badan Pusat Penelitian dan Pengembangan (BP3) dan juga Badan Pengusaha (BP) LLMB.

Terkait hal ini, Panglima Besar (Pangbes) LLMB, Dt, Ismail Amir, menjelaskan pembentukan BP3 adalah upaya DPP LLMB menuju organisasi yang modern dengan cara merubah mindset manajemen organisasi, mengukur kinerja, punya target, harus jelas tolok ukurnya.

"Jadi adanya BP3 ini nanti harapan kita organisasi bisa berbenah, jelas konsepnya, semuanya nanti akan tertuang dalam konsep yang baku," ujarnya.

Sementara itu, dibentuknya BP LLMB ini juga dalam upaya memajukan organisasi dari sisi usaha, menurutnya, selama ini banyak usaha yang didapat LLMB, namun hanya dinikmati segelintir orang, maka jadi 'raja-raja kecil' di daerah, sudah kaya dan sukses, LLMB dilupakan, kantor pun tak punya.

"Makanya kita tidak ingin hal ini terjadi lagi, kita ingin sama-sama maju, bagaimana kesuksesan LLMB bisa dinikmati bersama," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala BP3 LLMB, Dt. Deswandi, menjelaskan kalau keberadaan BP3 tentunya dalam upaya membantu tugas-tugas Pangbes LLMB. Melakukan kajian-kajian strategis dan pragmatis yang pada intinya mendukung visi dan misi organisasi.

"Makanya yang akan kita lakukan di awal akan melihat kondisi internal organisasi, melakukan mapping dan konsilidasi, melihat tata kelola organisasi, karena kalau kita ingin jadi organisasi moderm dan berkesinambungan, kita harus punya standar dan tolok ukur," jelasnya.

Dengan melakukan mapping organisasi, nanti akan tahu atau bisa mengukur program kerja pengurus DPD atau DPC mana yang sudah atau belum capai targetnya.

Nantinya juga bersama tim, BP3 akan menyiapkan rencana kerja, pendek, menengah dan panjang dan juga melakukan sosiasiliasi ke jajaran hingga ke tingkat desa.

Sementara itu, Kepala BP LLMB, Dt. Wahyu Satria menerangkan kalau dibentuknya BP ini dalam upaya memperkuat LLMB dari sisi usaha sehingga nantinya tidak ada lagi yang namanya 'raja-raja kecil' di daerah seperti yang disebutkan Pangbes.

"Makanya kita akan lakukan pembenahan yang bersifat internal dan eksternal organisasi, menyiapkan juga rencana-rencana kerja ke depan baik jangka pendek ataupun jangka panjang," ujar Wahyu.

Dia berharap, keberadaan BP nantinya bisa bersinergi dengan pengusaha-pengusaha lokal sehingga hal ini juga bisa meningkatkan perkonomian di daerah tak hanya di Riau tapi juga diluar Riau.

"Makanya kita nanti akan melakukan mapping pengusaha-pengusaha mana yang bisa kita ajak bergabung dan bersinergi dengan BP LLMB, tak harus anggota LLMB, terbuka bagi siapa saja, siapa saja yang mau dan punya niat baik memajukan daerah ini," harapnya.

Sementara itu, Kepala Staf Khusus (KSP) Bidang Usaha dan Ekonomi, Amirsyal Umar menjelaskan KSP nanti akan berkolaborasi dengan BP untuk melihat potensi-potensi apa saja yang dimiliki oleh LLMB terkhusus dalam hal bidang usaha.

"Secara umum, Pangbes meminta saya mengkaji segala hal, lebih khusus dalam bidang mencari dana untuk mengembangkan organisasi secara legal melalui apa yang kita miliki, jadi cara-cara premanisme tidak ada lagi. (*)