Wow! IRT Di Rohul Ngaku Rekayasa Laporannya Dirudupaksa
Konfrensi pers pengakuan IRT, ternyata tidak pernah di perkosa.
Beritariau.com, Pekanbaru - Ibu Rumah Tangga inisial Z, yang sebelumnya menghebohkan dengan pengakuan diperkosa 4 pria, membuat pengakuan sebenarnya tidak terjadi perkosaan yang sempat dilaporkannya ke Kepolisian.
Bertempat di salah satu kafe di Jalan Setia Budi, Pekanbaru, Z yang didampingi suami dan pengacaranya mengklarifikasi pernyataan sebelumnya.
“Saya mau memberi pengakuan sebenarnya saya tidak diperkosa,” kata Z.
Sontak pengakuan Z, membuat S suaminya beranjak dari tempat duduknya sambil mengatakan kepada istrinya “Gila kau, kemarin bukan begitu pengakuanmu,” kata S, lalu meninggalkan ruangan konfrensi pers sambil menangis.
Sempat diminta tinggal penyidik dan kuasa hukumnya, S tidak bergeming dan langsung meninggalkan ruangan.
Kembali mendengar cerita Z. Diapun menyampaikan permintaan maaf, kepada keempat pria yang dituduhkan melakukan perkosaan, kepada Kapolsek dan Kanit Reskrim dan beberapa anggota Polsek Tambusai Utara, yang telah dicopot dan sempat di proses Propam Polda Riau.
“Saya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena telah menyebarkan berita bohong. Saya sampaikan bahwa cerita perkosaan yang saya sampaikan kemarin tidak pernah terjadi,” aku Z.
Sambil terus menangis, Z mengaku sebab nekad melaporkan telah di perkosa DK yang merupakan teman suaminya dan tiga pria lainnya J, MA dan H. Dia mengaku, nekad melaporkan berita bohong tersebut diminta suaminya dan jika tidak melaksanakannya, akan mendapat tindakan kekerasan dari suaminya.
Sebelumnya, Z mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari suaminya dengan dipukul menggunakan gitar dan besi hingga disiram air es serta bekas rebusan mi.
“Kalau saya tidak mengaku diperkosa, saya akan terus dianiaya,” ungkap Z.
Selain itu, ia juga pernah dilempar batu bata dan sempat mengenai kaki bayi dua tahun yang telah meninggal beberapa waktu lalu.
Pengakuan lainnya, Z bahkan diajarkan suaminya S untuk merekayasa kronologis lokasi-lokasi tempat ia diperkosa.
“Saya sendiri tidak pernah mendatangi tempat-tempat yang sesuai laporan tempat saya diperkosa,” ungkap Z.
Bahkan saat ditanya kaitannya kematian anaknya usia 2 bulan dalam kasus ini, Z mengaku tidak tahu pasti ada kaitannya dengan perkara yang dilaporkan.
“Selain takut dianiaya. Saya nekad berbohong karena ingin mempertahankan rumah tangga saya,” ujar Z.
Merespon pernyataan Z, Andri Hasibuan penasehat hukumnya menegaskan, sejak hari ini (Selasa, red) mundur mengawal kasus korban.
“Sejak saat ini saya mundur menjadi penasehat hukumnya,” ungkap Andri.
Andri mengungkapkan, pihaknya menggelar konferensi pers ini setelah banyak melihat kejanggalan keterangan Z, yang selalu berubah-ubah.
“Kami menilai ada kejanggalan sebab setiap kali selesai diperiksa penyidik, saat kami tanya keterangan Z berbeda dengan yang disampaikannya kepada penyidik,” ungkap Andri.
Bahkan, pihaknya semakin yakin mundur. Setelah saat pemeriksaan Z, S suaminya yang ada saat itu tegas mengatakan, kalau tidak percaya cerita perkosaan ini. Pihaknya diminta minum racun tikus saja.
“Bahkan sejak Z diperiksa menggunakan Lie detektor, keterangan korban berubah-ubah,” ungkap Andri.***

