Jelang Natalan, DPRD Rohil minta Pemda awasi Barang Kadaluarsa

Jelang Natalan, DPRD Rohil minta Pemda awasi Barang Kadaluarsa

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohil – Jelang perayaan natal dan tahun baru, DPRD kabupaten Rokan Hilir  (Rohil) meminta kepada Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohil untuk secara Proaktif melakukan pengawasan ekstra ketat ke-sejumlah Mini Market maupun toko yang ada di Rohil.

Hal ini dilakukan karena sering terjadi aksi pelanggaran yang dilakukan oleh para pedagang pada menjelang perayaan agama dengan menjual barang-barang yang telah kadaluarsa.

Saat ini, dari informasi yang didapat, ada makanan maupun minuman yang sudah kadaluarsa namun masih beredar di sejumlah mini market maupun toko yang ada di Bagansiapiapi.

"Dan ini sangat berbahaya sekali bila dikonsumsi oleh konsumen, terutama dikalangan anak-anak ataupun bayi. Salah satu contoh nya susu bubuk kemasan," kata anggota DPRD Rohil, Purwedissuito, Selasa (25/11/14) di Bagan Siapiapi.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Disperindag sebagai pengawas makanan dan minuman agar segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Polsek maupun pihak satpol PP.

"Jika ditemukan, berbagai kemasan yang dinyatakan sudah kadaluarsa itu, supaya ditarik dan dimusnahkan. Agar nantinya para pemilik mini market maupun toko tak lagi menjualnya kekonsumen," tegas Purwedissuito.

Masih kata Purwedissuito, jika pihak Disperindag hanya mengambil beberapa sample makanan maupun minuman, hal itu akan sia-sia.

"Karena tanpa pengawasan, pemilik mini market tersebut akan menjual lagi kepada konsumen, mana ada pedagang yang mau rugi," sindirnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat Rohil jika berbelanja untuk lebih teliti.

"Perhatikan dan lihat masa aktif dari produk yang dibeli itu. Apakah produk itu ada izin edarnya atau tidak. Kalau tak ada, maka dianjurkan kepada masyrakat untuk tidak membelinya. Karena jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, tak ada yang mau bertanggung jawab atas produk itu,” terangnya menghimbau. [bim]

Tags :# politik