Minim Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman

Kadis : Tenaga Lokal di Pekanbaru jadi Cleaning Service Saja

Kadis : Tenaga Lokal di Pekanbaru jadi Cleaning Service Saja

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Sulitnya pekerja lokal dan pekerja temapatan bersaing di kota Pekanbaru dengan pekerja asing diakui Kepala Disnaker Kota Pekanbaru, Jhony Sarikoen. Menurutnya faktor kualifikasi pendidikan serta pengalaman kerja yang mempuni selalu menjadi alasan perusahaan.

Atas kondisi ini, Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Disnaker malah mengambil kebijakan kepada perusahaan untuk mengambil tenaga kerja lokal tempatan menjadi Cleaning Service.

"Karena hal itu, kita mengharuskan kepada perusahaan untuk cleaning service (CS) dan Satpam, diambil dari tenaga tempatan," kata Jhony Selasa, (25/11/14).

Untuk pekerja asing sendiri, total pekerja yang bekerja di kota Pekanbaru diakui Jhony sudah mencapai 110 orang. Perusahaan yang ingin mempekerjakan pekerja asing mempunyai regulasi khusus untuk bisa bekerja di kota yang berjulukan Kota Bertuah.

Namun, hingga saat ini Pemko Pekanbaru belum mempunyai Perda yang mengatur untuk ketenagakerjaan ini. Hal ini masih diatur oleh pemerintah pusat melalui kementerian tenaga kerja.

"Sebenarnya kita ingin mengambil alih perizinan mengurus tenaga kerja asing di Pekanbaru. Nah saat ini Perda nya sedang digodok," papar Jhony kepada wartawan.

Untuk tenaga kerja asing, Jhony melanjutkan, ada proses mekanisme yang harus dipenuhi perusahaan, ketika ingin mempekerjakannya.

"Izin dari Kementerian. Yakni harus mendapatkan RPTKA (rencana penempaatan tenaga kerja asing). Setelah ada, lalu dapat IMTA (izin menggunakan tenaga kerja asing)," paparnya.

Bila suatu perusahaan, kata Jhony lagi, menggunakan tenaga kerja asing, maka diwajibkan membayar biaya sebesar 100 dolar, yang disetorkan ke Pemerintah Pusat. [mar]

Tags :# politik