Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati

Kapolda Riau: Kita Takkan Pernah Berhenti Buru Pelaku Narkoba!

NARKOBA - Kapolda Riau Didampingi Dirresnarkoba Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau Memperlihatkan Sebanyak 81 Kilogram Sabu (Diatas Meja) Hasil Tangkapan Dari 2 Orang Tersangka Polda di Lokasi Penyimpanan di Sebuah Rumah di Jalan Swadaya Gg Potlot Panam, Pekanbaru, Minggu (17/10/21) | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menegaskan komitmennya tidak akan berhenti memburu para pelaku Narkoba. Ia mengajak kebersamaan semua pihak terlibat dalam pemberantasan narkoba.

Hal itu ditegaskannya saat Jumpa Pers di sebuah rumah di Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Minggu (17/10/21) sore. Rumah tersebut merupakan lokasi penyimpanan puluhan kilogram narkoba.

Pihaknya berhasil mengamankan 2 (Dua) orang anggota sindikat narkoba yang menyimpan total 81 Kilogram sabu. Keduanya terancam hukuman mati.

"Kepolisian Polda Riau tidak akan pernah berhenti dan akan terus memburu pelaku pengedar narkoba yang mencoba melakukan aksinya diwilayah Riau," tegas Agung.

Kepolisian menyatakan, para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman Mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun.

Keduanya merupakan anggota sindikat jaringan internasional.

“Ini adalah jaringan internasional yang masuk dari Malaysia dikendalikan oleh Agam dari Aceh yang berada di Malaysia,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, di sebuah

"Narkoba ini nantinya akan diedarkan di wilayah Kota Pekanbaru, Jambi, Sumatera Selatan atau Palembang dan Jakarta. Perburuan kita terhadap pelaku tidak akan terhenti,” kata Agung.

Pengungkapan ini, kata Agung, bermula dari informasi yang diperoleh Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau, pada Jumat (01/10/21) lalu, terkait jaringan narkotika Internasional-Aceh-Riau.

Dari penyelidikan Tim yang dipimpin Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Hardian, diperoleh informasi seorang pria berinisial AA (52), yang dicurigai petugas sebagai pengedar narkotika. AA pun diamankan dan dilakukan pengembangan.

Kemudian pada Selasa (12/10/21), Tim menggeledah rumah kontrakan AA yang berada di Jalan Swadaya Kecamatan Tampan Gg Potlot, Kota Pekanbaru dan menemukan 32 bungkus sabu yang disimpan dalam kotak rokok Chief.


Saat diinterogasi, AA mengakui bahwa narkotika tersebut milik pelaku Agam, orang Aceh yang saat ini posisinya berada di Malaysia.

Selanjutnya, pada Rabu (13/10/21), sekitar pukul 13.30 wib, Tim melakukan pengembangan dan mendapati informasi ada seorang wanita berinisial HS (47), asal Aceh, yang mengetahui sabu tersebut.

Posisi HS dilacak dan berhasil dideteksi keberadaannya sedang bersembunyi di sebuah Hotel di Jalan Jenderal Sudirman. HS berhasil ditangkap saat berencana kabur menuju bandara.

HS didapati membawa kunci rumah yang mencurigakan. Setelah diinterogasi, diakui bahwa stok sabu lainnya masih ada dan disimpan di Perumahan Griya Pasir Mas Jalan Pasir Mas 1 Blok A2 Nomot 15 Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.

Disana, Tim berhasil mengamankan 49 bungkus narkotika jenis Sabu di salah satu kamar. Sehingga total Sabu yang disita dari sindikat ini sebanyak 81 Kilogram.

Dari hasil pemeriksaan sementara, jaringan ini dikendalikan seorang WNI asal Aceh yang berada di Malaysia bernama Agam. Sedangkan teknis pengiriman sabu untuk wilayah Riau, Jambi, Palembang, dan Jakarta, dikendalikan oleh seorang napi di Jakarta asal Aceh.

Pelaku dan barang bukti diamankan untuk proses penyidikan. (*)