Jika Lihat Pria Ini, Kapolda Riau Minta Laporkan Untuk Ditangkap

"Debus" DPO Polda Riau.

Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi, meminta masyarakat Riau, khususnya warga pesisir timur. Menghubungi pihaknya jika melihat  sosok pria dipanggil 'Debus'.

Agung mengatakan, 'Debus' ini merupakan pengendali peredaran sabu dalam jumlah besar dari Malaysia ke Indonesia.

"Hari ini saya umumkan DPO atas nama Debus agar dikejar dan di tangkap dimanapun berada, seluruh jajaran saya perintahkan tangkap debus yang menjadi otak yang belum tertangkap dan saya minta masyarakat dapat membantu menginformasikan keberadaan DPO ini," tegasnya saat menggelar pengungkapan 86,57 kg.

Nama 'Debus' terungkap dari pengungkapan Subdit I, pada Jumat (24/9/2021), menangkap YF (30), AS (20), MS (22), MA (19) dan AS (20) dengan barang bukti 86,57 kg sabu di Jalan Bandes Gang Nelayan Sungai Parit Paman Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai. 

"Para pelaku ini menyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam sebuah box berwarna biru yang berisikan 5 buah tas hitam," jelas Kapolda. 

Kapolda yang didampingi Ka BNNP Riau serta Dir Narkoba, Kapolda Riau optimis, pihaknya bersama semua stake holder akan mampu menangani persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau.

Kapolda menegaskan, tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau, baik sindikat jaringan internasional maupun sindikat lokal. 

"Saya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau," lanjut Irjen Agung.

Agung mensinyalir pelaku peredaran narkoba masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran.

Seluruh masyarakat yang berada disekitar perairan diingatkan Kapolda, bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana. Untuk sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana, lanjut Agung, yang akan ditegakkan setegak-tegaknya. 

"Saya ingin memastikan barang bukti ini akan di musnakan secara keseluruhan dengan cara yang di atur dalam UU agar kemudian kita semua memastikan bahwa proses hukum ini bersih, transparan, akuntabel dan dapat di percaya," janji Agung.

Agung mengaku, pihaknya bersama BNN Provinsi Riau akan terus menggiatkan operasi narkoba ini dan tidak akan pandang bulu terhadap siapapun.***