Gubri : Riau Tak Bisa Terus Bergantung Migas

Beritariau.com, Pekanbaru - Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar M. Si mengajak kepada seluruh masyarakat dan dunia usaha di Riau agar memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Riau dengan sebaik-sebaiknya untuk meningkatkan perekonomian warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Sebab dikatakan mantan bupati Siak dua periode ini, bahwa saat ini Riau tidak bisa lagi menggantungkan perekonomian nya dari sektor Migas saja. Namun sektor non Migas, baik pertanian, perkebunan dan perikanan di Riau ternyata tidak kalah menjanjikan. 

"Untik itu, mari kita tingkat terus dan berusaha terus dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Riau tentu dengan SDM yang berkualitas," kata Gubri, Kamis (16/9/2021). 

Selain itu, Gubri Syamsuar juga berharap ekspor non migas bisa menjadi andalan utama bagi Riau. Meskipun selama ini eskpor Migas di Riau selalu dibanggakan. Namun kedepan Migas tidak lagi bisa diandalkan karena produksinya akan terus menurun. 

"Kedepan kita berharap ekspor non bisa menjadi andalan utama bagi Provinsi Riau. Jadi tidak lagi bergantung dengan Migas, karena suatu saat migas juga akan habis, jadi usaha-usaha non migas ini lah yang kita galakan dan kita tingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Riau," ucapnya. 

Seperti diketahui, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 47,31 persen dibanding ekspor bulan Juli 2021 sebesar US$ 1,49 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor non migas sebesar 61,98 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 55,87 persen.

Lalu, Ekspor non migas dari US$ 1,31 miliar pada bulan Juli 2021 naik menjadi US$ 2,11 miliar pada bulan Agustus 2021. Sebaliknya ekspor migas dari US$ 185,48 juta pada bulan Juli 2021 turun menjadi US$ 81,84 juta pada bulan Agustus 2021.

"Nilai ekspor Riau Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar, mengalami kenaikan 47,31 persen dibanding ekspor Juli 2021. Demikian juga ekspor non migas Agustus 2021 sebesar US$ 2,11 miliar, mengalami kenaikan sebesar 61,98 persen dibanding ekspor non migas Juli 2021. Kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 10,25 persen," kata Misfaruddin. 

"Alhamdulilah ini pertama dalam sejarah sejak 10 tahun terakhir ekspor Riau tembus diangka 2 miliar US dolar, tepatnya 2,2 miliar US Dolar," ujarnya. 

Selama Januari-Agustus 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 53,20 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 438,90 persen dan sebesar 41,05 persen. 

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah dan ekspor industri pengolahan hasil minyak masing-masing sebesar 2.277,53 persen dan sebesar 25,17 persen," jelasnya.