Masyarakat Desa Balam Sejahtera Rohil Tolak Kades pilihan Pemda

Spanduk Pernyataan Sikap Dibentangkan di Dinding Truk Colt Diesel saat Pelantikan Camat Balai Jaya Rokan Hilir | Beritariau.com 2014

Beritariau.com Rohil - Pelantikan Camat Balam Jaya Samsuhir SPd oleh Plt Sekda M Job Kuriawan atas nama Bupati Rokan Hilir (Rohil), diwarnai aksi unjukras [Baca : Bupati Rohil Lantik Samsuhir jadi Camat Balai Jaya]. Saat itu, selain pelantikan Camat, sebelumnya diagendakan pelantikan tiga orang Penghulu. Namun, mendadak dibatalkan.

Dalam aksinya, ratusan warga menolak pelantikan Penghulu Balam Sejahtera (Kepala Desa, red) yang baru di mekarkan. Mereka menolak karena Penghulu yang diusulkan sejak awal tak dilantik, melainkan diganti dengan penghulu yang tak masyarakat kenal sama sekali.

"Kami Tolak Pelantikan Penghulu Balam Sejahtera, Pemkab harus Adil Jangan Mengandung Sara," itulah bahasa dari spanduk yang di tempelkan masyarakat di bak truck Coldiesel, Rabu (19/11/14) di acara pelantikan Camat Balai Jaya.

Memang, saat itu hanya pelantikan Camat Balai Jaya, Samsuhir SPd saja yang digelar.

Salah seorang tokoh masyarakat, Hedi Sitorus, pendukung Penghulu yang tak jadi dilantik pada acara pelantikan itu mengatakan, bahwa dirinya sudah menjumpai sekda. Saat itu, Sekda mengatakan, bahwa dirinya ditugaskan hanya melantik Camat Bagan Sinembah Raya dan Camat Balai Jaya berdasarkan perintah Bupati Rohil.

Menurutnya, soal pemekaran Kepenghuluan Balam Sejahtera, beliau mengatakan tak tahu persoalannya. Hanya saja, Sekda mengaku bertindak atas adanya pengaduan dari kalangan masyarakat yang merasa tak setuju.

"Ia hanya ditugaskan dan tak mengetahui siapa Calon Penghulu yang akan dilantik pada hari ini, itulah pengakuan dari pak sekda kepada kami," ungkap Hedi Sitorus kepada wartawan, Rabu (19/11/14).

Saat itu, kepada Sekda Rohil, warga menyampaikan bahwa, masyarakat sangat menolak pergantian yang dianggap tak transparan.

"Kami mengatakan, pelantikan harus di tunda dan tak boleh dilanjutkan. Kalau hal itu terjadi, kami tak bertangung jawab apa bila masyarakat ada melakukan hal tak di inginkan," tegasnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, masyarakat tentu sangat menolak, dengan alasan karena permohonan masyarakat pada tahun 2011 silam yang mengusulkan agar Kepenghuluan Balam sejahtera di kabulkan.

"Yang kami kesalkan, tak ada pemberitahuan bahwa soal pergantian penghulu yang baru di tunjuk. Pergantian ini, tak sesuai apa yang kami inginkan dengan surat permohonan selama 4 tahun ini," kesalnya.

Menurutnya, masyarakat sangat tak terima ada pergantian penghulu yang tak ditunjuk oleh masyarakat. "Kami warga balam sejahtera keberatan penghulu yang di tunjuk tak sesuai dengan keinginan kami," tukasnya.

Dalam pengamatannya, diduga penunjukan ini ada mengandung sara.

"Karena calon penghulu yang kami usulkan itu agamanya berbeda dari warga asli. Dan, pergantian calon penghulu yang baru tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat yang memiliki marga. Jadi kami mengatakan itu ada mengandung sara," ujarnya.

Pada saat itu lanjutnya lagi, permohonan masyarakat sangat final dan sudah di register oleh Bupati Rohil dan sudah di selesaikan oleh pemkab Rohil. Dengan pengertian, kalau hari ini pelantikan Camat Bagan Sinembah dan Balai jaya, masyarakat semua terima dan tak akan digangu selama pelantikan.

"Tapi, kalau pelantikan penghulu, kami tidak terima sama sekali. Makanya kami datang kemari kalau ada pelantikan penghulu dan akan kita gagalkan," katanya.

Sementara itu, Jon Silaban, calon penghulu Balam Sejahtera yang tak jadi dilantik, dan yang diganti secara sepihak mengatakan bahwa, pihaknya telah berjuang selama 4 tahun agar kepenghuluan itu disahkan.

"Untuk kepenghuluan ini sudah empat tahun kita usulkan, saat pelantikan bukan kita yang di tunjuk. Pada hal, semua di perdakan oleh Pemkab Rohil. Dan ini, tiak kita terima begitu saja. Sebab, usaha yang kami tempuh sudah cukup lama dan memakan waktu yang cukup panjang," katanya.

Menurut dia, selama empat tahun mereka berjuang, tiba-tiba ada orang duduk manis dikasi jabatan. "Yang jelas, masyarakat kita tak terima. Lain yang ditunjuk, lain pula yang dilantik," ucapnya.

Setahu dirinya, saat pelantikan camat itu, disitu juga dirinya dilantik jadi penghulu. Kemarin, ketika ada pelantikan Camat Bagansinembah Raya seperti itu. Penghulu yang di mekarkan sekaligus di lantik.

"Sedangkan undangan untuk masyarakat biasa sudah kita sebarkan dan juga sudah kita usulkan dari dulu. Kenapa ketika pelantikan kita tak diundang dan tanpa pemberitahuan. Kenapa kita dicampakkan dan di ganti dengan orang lain. Jadi, Jangan seenak saja, kita yang berjuang. Kedatangan masyarakat kemari karena merasa keberatan. Mereka merasa kecewa, karena tiba-tiba diganti dengan orang yang tak di kenal mereka sama sekali," kesalnya.

Sedangkan M Job kurniawan mengatakan, tak dilantiknya penghulu bersamaan dengan pelantikan Camat Balai Jaya bukan dibatalkan. "Kita tak membatalkan pelantikan, namun ada permasalahan tentang perbatasan yang belum selesai," ungkapnya.

Ditegaskannya lagi, ada masalah soal tapal batas yang belum jelas. Sebab, adanya pemekaran kepenghuluan, perbatasannya harus jelas. Soal unjuk rasa, Job mengaku tak tahu.

"Ternyata tak disampaikan kemari, dan saya tak melihat, karena tidak ada. Sebelumnya mereka sudah sampaikan, dan masalah ini akan dirundingkan. Dan tentunya masalah perbatasan harus jelas. Masalah adanya pergantian penghulu saya tak tahu," pungkasnya.

Ditambahkan lagi, jadi bahwa masalah itu hanya diundurkan dan bukan dibatalkan.

"Dan tetap akan dimekarkan. Namun kita minta untuk menentukan tapal batas yang jelas, agar tak ada dibelakang hari nanti ribut soal tapal batas. Masalah-masalah lain hanya menunggu waktu. Kalau bisa secepatnya diselesaikan tapal batas itu, agar secepatnya di mekarkan," paparnya. [bm]

Tags :# politik