5 Pekerja PT SDO Dumai Tewas sebulan lalu, Disnaker Riau: Masih Proses Penyelidikan

Pabrik PT SDO di Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai terbakar pada Rabu malam (16/6/2021) | Istimewa

Beritariau.com - Hampir sebulan berjalan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyatakan masih memproses penyelidikan dalam rangka pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait tewasnya 5 (lima) orang pekerja PT Sari Dumai Oleo (SDO) saat tangki biodiesel meledak dan terbakar pada 16 Juni 2021 silam. Dua orang ditemukan meninggal di lokasi dan 3 lainnya di dalam tangki yang masih berisi cairan.

"(Penyelidikan, red) masih berproses," ungkap Kadisnaker Provinsi Riau Jonly kepada Beritariau.com, Jumat (09/07/21).

Ia menyatakan, kepada keluarga korban, sudah diberikan santunan. "Untuk santunan sudah dilaksanakan," sambungnya.

Seperti diketahui, Anggota Polres Dumai menemukan 3 orang korban tewas dalam insiden ledakan tangki pabrik Pengolah CPO milik grup besar Apical Grup itu.

Sebelumnya, Jonly mengatakan, pada saat kebakaran itu terjadi, pada Rabu (16/06/21) itu, pengawas Disnaker Riau langsung meluncur ke lokasi PT SDO.

"Dari hari kebakaran udah di lokasi pengawas ketenagakerjaan. Namun masih pulbaket. Saksi masih diperiksa Polres Dumai. Kita menunggu selesai dari Polres baru akan mulai," kata Jonly.

Untuk awal penyelidikan, hari ini Jonly memanggil 2 saksi dari pihak perusahaan PT SDO. Itu dilakukan untuk pengmpulan keterangan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Sunarto menyebutkan, dalam kejadian ledakan di perusahaan pengelola minyak CPO itu, total ada lima orang korban meninggal dunia.

"Cairan dalam tangki itu saat terjadi ledakan, tidak tertumpah sampe habis. Makanya begitu Kapolres Dumai menerima penjelasan dari mandor, bahwasanya masih ada pekerja lain yang bekerja pada saat kejadian, Kapolres langsung meminta perusahaan untuk mengosongkan tangki itu. Setelah kosong, baru diketahui ada 3 mayat di dasar tangki," ujar Sunarto.

Saat peristiwa itu terjadi pada Rabu malam lalu, korban meninggal dunia berjumlah 2 orang. Namun, setelah petugas kepolisian ikut mencari dan melakukan olah TKP, 3 korban lainnnya ditemukan di dalam tangki.

"Tangki tersebut berisi hasil akhir biodisel yang mengandung gas metanol dan gas methane," jelasnya.

Sunarto menjelaskan, ketiga korban tersebut yakni Hasan Hari Lubis, Kiki Candra dan Ahmad Zaini. Ketiganya merupakan karyawan PT SDO yang saat kejadian tengah bertugas di lokasi. 

Sementara dua korban meninggal sebelumnya diketahui bernama Zainal Abidin dan Kuntana yang mengalami luka bakar hingga 90 persen.

"Seluruh jenazah korban dibawa ke RSUD untuk dilakukan autopsi dan mengidentifikasi korban," pungkasnya. (red)