10 Penjual Mercon Kepri di Data Polsek Dabo Singkep

Penulis : admin | Rabu, 14 April 2021 - 14:50 WIB

PENDATAAN - Polsek Dabo Singkep melakukan pendataan penjualan petasan (mercon) di wilayahnya | Ist

Beritariau.com, Dabo Singkep - Polsek Dabo Singkep melakukan pendataan penjualan petasan (mercon) di wilayahnya. Sedikitnya ada sekitar 10 penjual petasan yang berhasil di data dalam giat yang dilaksanakan oleh Ps. Kanit Intelkam Polsek Dabo, Bripka M. Yusuf Panjaitan, Banit Reskrim Polsek Dabo, Briptu Seteven Silap, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Lumpur, Briptu Rian dan petugas lainnya, Selasa (13/4) malam.

"Dari data yang diperoleh, petasan, kembang api diperoleh dari provinsi Jambi melalui kapal kayu dari Pelabuhan Tungkal Jambi menuju pelabuhan Dabo Singkep," kata Kapolsek Dabo Singkep Iptu Akmadi, Rabu (14/4/2021).

Dijelaskannya, para penjual tersebut tidak memiliki agen namun hanya menitip masing- masing penjual kepada anak buah kapal Kapal Kayu dan menjualnya secara eceran di Wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya. 

"Setelah di cek satu persatu tidak ditemukan mercon atau petasan, akan tetapi para pedagang tersebut menjual kembang api dan lilin," bebernya.

Akmadi menyebutkan, selama pengecekan pedagang mau bekerja sama memperlihatkan dagangannya. Pihaknya juga berikan imbauan agar tidak menjual petasan. 

"Jika nanti dirazia dan kedapatan akan kita berikan sangsi sesuai denganUU yang berlaku. Yakni UU Darurat no 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUH Pidana tentang bahan peledak sudah diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat," jelasnya.

Dalam UU dijelaskan, bahwa pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :