Diskes Pekanbaru Hilangkan Kata Madani Dalam Draft Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan

Penulis : admin | Selasa, 17 November 2020 - 15:45 WIB

DRAFT - Kepala Diskes Pekanbaru, M Noer, tengah melihat draft dalam revisi Perda Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, saat diundang pansus rapat di ruang paripurna | Beritariau.com2020

Beritariau.com, Pekanbaru - Pansus Retribusi Pelayanan Kesehatan DPRD Pekanbaru, mematangkan revisi Perda Nomor 04 Tahun 2012. Kali ini, pansus yang diketuai oleh Irman Sasrianto, mengundang Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dan Kepala Puskesmas se Pekanbaru, Selasa (17/11/2020).

Beberapa masukan diberikan oleh tenaga ahli di DPRD Kota Pekanbaru. Salah satunya tentang objek dalam ranperda tersebut.

Dari catatan draft, tim ahli pansus, Zulharman, mempertanyakan perlunya pengertian 3 objek sasaran yakni Puskesmas, Rumah Sakit Madani dan Laboratorium kesehatan daerah.

"Untuk pengertian harus diperhatikan, Rumah Sakit Daerah Madani jangan Rumah Sakit Umum Daerah Madani. Mohon diperhatikan pada pasal 1," kata Zulharman, kepada Kepala Diskes Pekanbaru, saat menggelar rapat.

Menjawab masukan tenaga ahli itu, Kepala Diskes Pekanbaru, M Noer, menyebutkan adanya kelemahan dalam draft revisi perda retribusi pelayanan kesehatan tersebut. Mengenai kata madani, pihaknya akan menghilangkan kata madani agar lebih global.

"Mulanya pasal 1 kita mencantumkan Rumah Sakit Daerah Madani. Pakai kata madani. Mereka (tim ahli,red) menanyakan, pakai umum atau tidak. Kelompok kita rumah sakit daerah saja. Maka kata madani kita inikan (hilangkan,red) supaya berlaku umum," ucap M Noer, kepada beritariau.com usai rapat.

Menurutnya, penghilangan kata madani itu, dinilai sudah tepat. Sebab, kedepan persoalan pelayanan di rumah sakit akan berubah terutama dalam hal peningkatan akreditasi di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Pekanbaru.

"Bisa saja bukit raya, puskesmas jadi tipe C atau puskesmas rejosari jadi tipe C. Bisa saja kedepan meningkatkan layanan kesehatan status berubah jadi tipe C. Di dalam Perda tidak dikunci dengan kata-kata madani," jelasnya lagi.

Ketua Pansus Retribusi Pelayanan Kesehatan DPRD Pekanbaru, Irman Sasrianto, berharap, dengan pematangan draft ini, diharapkan rumah sakit pemerintah Pekanbaru bisa berbenah terutama dalam pelayanan kesehatan.

"Ketika retribusi dinaikkan, diiringi pelayanan kesehatan. Rumah sakit jangan terfokus dengan orang sakit diobati, tapi bagaimana kita melakukan penyuluhan, orang sehat tidak gampang sakit. Puskesmas punya peranan yang punya lapisan di tengah masyarakat," harapnya. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :