Berdalih Demo, Ratusan Orang jarah rumah Karyawan PT Langgam Harmoni

Penulis : user | Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:01 WIB

DIDUGA MENJARAH : Ratusan orang suruhan melakukan penjarahan di puluhan rumah karyawan PT Langgam Harmuni, Siak Hulu, Kamis (15/10/2020) lalu.

Beritariau.com, Siak Hulu -- Berdalih ingin mendemo perusahaan, sekira 350 orang malah melakukan pengrusakan dan penjarahan di puluhan rumah karyawan PT Langgam Harmoni, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (18/10/20).

Site Manager PT Langgam Harmoni, Bernardin Simamora kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (17/10/20) membenarkan adanya peristiwa kedatangan sekira 350 orang ke dalam areal operasional perusahaannya.

Ketika itu, empat dari ratusan orang ini meminta sekuriti perusahaan Basken Robert Manalu untuk menyampaikan penghuni komplek perumahan PT Langgam Harmuni untuk mengosongkan kediaman mereka dalam tempo 15 menit dan padamkan listrik.

Diperkirakan waktu itu  menunjukkan pukul 18.30 WIB. Para karyawan PT Langgam Harmoni yang ketakutan lalu meninggalkan rumah kita masing masing dan berkumpul di Balai Desa. Ketika pagi harinya, baru mereka balik lagi ke rumah itu dan melihat isi kamar sudah acak acakan dan beberapa harta benda berharga sudah raib.

Sekuriti PT Langgam Harmoni Basken Robert Manalu menceritakan apa yang dialaminya. Ketika itu massa yang datang menggunakan 3 unit bus, berapa unit mobil pribadi dan ratusan sepeda motor langsung merusak besi portal gerbang masuk ke lokasi perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Empat dari massa ini langsung menyuruh dia untuk mengosongkan rumah karyawan. Setelah itu, warga ''mengungsi'' ke Balai Desa. Besok harinya, ketika dia balik lagi ke rumah beberapa harga benda berharga milik warga hilang. Padahal, orang yang meminta dirinya untuk menyampaikan kepada penghuni rumah dan keluar dan mengosongkan rumah berjamin akan bertanggungjawab jika ada benda benda berharga yang hilang.

Merurut Manulu,kejadian itu susdah dilaporkannya ke pihak Polres Kampar dan petugas bersangkutan sudah turun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengembalikan harta benda yang sudah diambil mereka, " ucapnya.

Kapolres Kampar yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu Deni Yusra mengaku tidak mengetahuinya. Dia malah bertanya lokasi TKP-nya. "Wilayah mana tuh,  yg jelaslah, Ndak tau saya daerah mana yang dimaksud, " katanya melalui pesan tertulis WhatsApp (WA), Minggu (18/10/2020). 

Ketika diberitahu TKP-nya masuk dalam wilayah hukum Polsek Siak Hulu, Kasubag Humas Polres Kampar ini menyarankan untuk menghubungi Kapolsek Siak Hulu untuk keperluan konfirmasi.
Kapolsek Siak Hulu Zulkarnain yang dihubungi di kesempatan terpisah belum respon permintaan untuk konfirmasi. 

Sementara itu, Ketua MPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Riau Kormaida SH yang ditemui di lokasi perumahan karyawan PT Langgam Harmoni mengaku prihatin atas perampokan yang dilakukan ratusan orang suruhan diduga pengurus salah satu koperasi di Desa Pangkalan Baru itu.

''Kemarin ada anggota saya dari SBSI PT Langgam Harmoni yang datang ke kantor dan melaporkan uang gaji mereka terima 2 hari sebelum aksi penjarahan itu hilang,'' kata Kormaida.

Ditambahkan aktivis yang sudah puluhan tahun membela buruh yang tertindas ini, Senin (19/10/2020) besok dia akan membawa anggotanya dari SBSI untuk melakukan aksi demonstasi damai di Markas Polda Riau.

''Tujuan kami tidak lain minta Kapolda Riau untuk mengusut tuntas kasus dugaan penjarahan. Ini kejadian yang luar biasa. Masak 350 orang datang tapi tidak diketahui aparat desa maupun pihak Polsek Siak Hulu. Apalagi hanya berselang menit, ada warga yang melapor kepada 2 anggota Polsek Siak Hulu melalui telepon seluler secara terpisah. Satu diangkat tapi mengaku sedang libur dan satu lagi handphone tidak mau mengangkat,'' ucapnya.

Padahal  jika cepat ditanggapi, sebut Kormaida yang juga Ketua LSM Penjara Provinsi Riau ini, pelaku penjarahan bisa ditangkap. Karena akses masuk ke TKP hanya satu jalan dan jalannya sebagian rusak.

''Bapak bapak polisi, tolong cepat ditangkap pelaku penjarahan puluhan rumah karyawan. Sangat tidak masuk akal, ada pergerakan massa tetapi pihak kepolisiannya  tidak tahu,'' pungkasnya.

Terlepas soal itu, informasi yang dihimpun Beritariau.com, kasus ini duga ada kaitan dengan masalah sengketa lahan antara pihak perusahan PT Langgam Harmoni dengan Koperasi Kopsa M di Pangkalan Baru, Siak Hulu. (Den)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :