Pemkab Pelalawan Bedah Rumah 100 Unit Setiap Tahun

Advertorial Pemkab Pelalawan Bedah Rumah Bagi Keluarga Miskin

Advertorial Pemkab Pelalawan Bedah Rumah Bagi Keluarga Miskin

Bupati Pelalawan HM Harris saat melihat kondisi bangunan Rumah Layak huni di bagian dalam ruangan | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Upaya untuk mewujudkan Indonesia sejahtera adalah dengan memberikan keringanan bagi masyarakat yang hidupnya kurang mampu. Kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan bagi mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan menjadi permasalahan besar. Pasalnya, untuk saat ini, bagi masyarakat yang hidupnya pas-pasan hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka kebanyakan hanya sebatas sandang dan pangan saja. Sementara untuk kebutuhan papan atau yang sering disebut rumah untuk tempat tinggal mereka terkadang tidak terpenuhi.

 

Selama 5 Tahun Pemkab Akan Bangun 2105 Rumah Miskin

Salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap orang adalah rumah. Hal ini karena rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak juga mencakup aspek fisik. Tetapi juga mental dan sosial. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik, maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat berlindung, secara mental memenuhi rasa kenyamanan dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga, menjadi media bagi pelaksanaan salah satu kebutuhan dasar berupa rumah yang layak huni yang diharapkan mencapai keutuhan keluarga.

Semua warga pastinya berharap hidup layak seperti yang lainnya, namun usaha sudah dilakukan tapi untuk mewujudkan cita-cita itu ternyata tidak gampang seperti membalikan tangan karena untuk membangun sebuah hunian yang layak ternyata dibutuhkan banyak modal, dan itulah yang menjadi penyebab utama bagi mereka yang tidak bisa merealisasikan untuk membangun sebuah tempat tinggal karena banyak kebutuhan lain yang harus di penuhi sehingganya untuk membangun rumah sepertinya bagi masyarakat yang kurang mampu jauh dari angan-angan mereka.

Dan saat ini, sesuai hasil pendataan Dinas Kesejahteraan Sosial pada tahun 2010 melalui kegiatan Validasi data masyarakat miskin, jumlah pendududk miskin kabupaten Pelalawan berjumlah 15.484 KK atau 56.029 jiwa dan mendekati miskin 3.636 KK atau sebanyak 13.691 jiwa. Untuk menuntaskan kemiskinan di kabupaten Pelalawan, telah ditangani oleh beberapa Dinas dan Instansi seperti Dinas Kesejahteraan Sosial kabupaten Pelalawan dari tahun 2008. Telah melakukan Bedah Rumah sebanyak 44 unit rumah di 4 kecamatan, 9 kelurahan dan desa. Sedangkan pada tahun 2009, telah dibangun sebanyak 73 unit rumah di 5 kecamatan, 15 kelurahan dan desa.

Pada tahun 2010, telah dibedah 68 unit rumah di 5 kecamatan, 10 desa/kelurahan. Dan pada tahun 2011 dilaksanakan bedah rumah sebanyak 80 unit di 7 kecamatan, 13 desa/kelurahan. Sementara itu, pada tahun 2012 ini, dilaksanakan bedah rumah sebanyak 100 unit rumah di 12 kecamatan.

Pada anggaran 2013 ini kembali Dinas Sosial melaksanakan bedah rumah sebanyak 100 unit di 12 kecamatan, 12 desa/kelurahan sehingga dalam kurun waktu 5 tahun, Dinas Kesejahteraan Sosial kabupaten Pelalawan melaui dana APBD kabupaten Pelalawan telah membangun 490 unit rumah.

 Dari 100 unit tersebut dirincikan untuk kecamatan Pangkalan Kerinci desa Terusan sebanyak 8 unit, Kecamatan Bunut desa Kriung 10 unit, kecamatan Kerumutan desa Lipai Bulan 10 unit, Kecamatan Langgam desa Segati 8 unit, kecamatan Bandar Seikijang desa Simpang Beringin 7 unit, kecamatan Bandar Petalangan desa Tambun 8 unit, kecamatan Pangkalan Lesung desa Rawang Sari 7 unit kecamatan Ukui kelurahan ukui dan ukui II 7 unit, kecamatan Pelalawan desa Batang Nilo Kecil 7 unit, kecamatan Pangkalan Kuras desa Sorek 2 sebanyak 8 unit kecamatan Kuala Kampar desa Teluk Beringin 10 unit dan kecamatan Teluk meranti desa Labuhan Bilik 10 unit.

“Jumlah sebanyak itu diberikan kepada warga yang dinilai dan diseleksi yang erhak menerimanya adalah warga yang kurang mampu hasil seleksi dari desa masing-masing dan memeliki tanah yang akan dibangun ditanah mereka,” demikian disampaikan oleh Drs. Fakhrizal kepala Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan.

Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut  menurut Fakhrizal yakni tersedianya acuan operasional pelaksanaan kegiatan bedah rumah sebagai pedoman bagi OMS (Organisasi masyarakat setempat) dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan bedah rumah di masing-masing desa/kelurahan. Selain itu, terwujudnya kesamaan pemahaman kegiatan pelaksanaan pembangunan bedah rumah walaupun bahan yang digunakan tidak sama.

Sedangkan maksud pelaksanaan kegiatan bedah rumah ini yaitu agar tersedianya pelayanan kegiatan pembangunan bedah rumah bagi keluarga miskin, adanya kenyamanan bagi keluarga miskin untuk menempati rumahnya, terangkatnya harkat dan martabat keluarga masyarakat miskin, timbulnya kemampuan keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsi keluarga terhadap pendididkan, serta meningkatkan kualitas kesehatan dilingkungan pemukiman keluarga miskin dan meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat miskin, yang pada kegiatan tersebut mengacu pada landasan hukum yang berlaku baik dalam Undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat (2), pasal 33 dan 34, peraturan pemerintah, Perpres, Permensos dan peraturan lainnya. Kata Fakhrizal.

Masih kata Fahrizal, miskin adalah orang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang tidak mempunyai ataupun mempunyai sumber mata pencaharian yang tidak tetap dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. Sedangkan Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan.

Sementara itu, rumah tidak layak huni adalah tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan, keamanan dan sosial. Sedangkan Bedah rumah merupakan rumah atau bangunan yang ditempati masyarakat miskin yang kondisinya sangat memprihatinkan dibangun atau direhabilitasi sesuai dengan realisasi dan yang tersedia.

Dalam pelaksanaan bedah rumah dilakukan monitoring dan evaluasi. Monitoring merupakan proses pengamatan secara terus menerus memantau pelaksanaan kegiatan, apakah hambatan yang dihadapi terhadap pelaksanaan pembangunan bedah rumah tersebut. Jika terjadi masalah ataupun hambatan, maka secara dini disempurnakan sebagaimana perencanaan semula. Sedangkan Evaluasi menetukan proses dan menilai atau mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Evaluasi ini dapat diperoleh dari berbagai data dan informasi tentang kemajuan dari suatu kegiatan, katanya.

Menyikapi kegiatan ini sendiri Kepala Dinas Sosial Drs Fakhrizal melalui kasi Sarana dan Prasaran nya Aman.K  mengatakan, “Masyarakat yang telah mendapatkan program ini mengaku seperti mendapat berkah yang tidak disangka-sangka karena mereka tidak pernah terpikir kalau mereka akan mendapatkan sebuah rumah yang layak huni karena selama ini bagi mereka bisa hidup tepenuhi kebutuhan makan saja sudah bersyukur apalagi mendapat bantuan sebuah rumah dari pemerintah daearah,“ kata Aman.

Dijelaskan oleh Aman bahwa dalam pelaksanan pengerjaannya diserahkan pada Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). Dan juga tentunya program ini ada konsultan yang merancangnya agar hasilnya lebih bisa maksimal. Dan ada beberapa kriteria bagi masyarakat yang layak untuk mendapatkan program bantuan bedah rumah." Dan untuk kriteria masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah ini benar-benar akan kita seleksi dengan ketat," tandasnya.

Pendataan bagi penerima program bedah rumah ini, lanjutnya, dimulai dari tingkat RT/RW kemudian dilanjutkan ke tingkat Kelurahan. Setelah itu, kemudian akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan. Sedangkan hasil dari kecamatan nantinya akan diteruskan ke pihak Dinas Sosial. Dan saat ini, pihak Dinas Sosial Pelalawan masih melakukan cek lapangan berdasarkan data yang diperoleh dari kecamatan sebelum dilaksanakannya program tersebut.

 Ditambahkannya, sampai saat ini, program sosial seperti ini merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat di pedesaan. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat yang hidup di pedesaan dan yang tak mampu dapat hidup lebih layak lagi" Apalagi permasalahan kesejahteraan masyarakat hingga saat ini harus mendapatkan perhatian yang serius," pungkasnya.

Sementara itu untuk targetnya sendiri. Dinas social sendiri Selama lima tahun Pemkab Pelalawan akan membangun sebanyak 2.105 unit rumah miskin yang tersebar di 12 kecamatan didaerah ini kedepannya. Sebanyak ribuan rumah miskin akan dituntaskan pelaksanaan pembangunannya selama lima tahun kedepan masa kepemimpinan  HM Harris sebagai Bupati Pelalawan.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Pelalawan Drs Fakhrizal " Khusus kami dari Dinkesos sendiri setiap tahunnya mulai tahun 2011 lalu telah membangun seratus unit rumah miskin dan tahun ini juga sebanyak seratus unit dibangun rumah miskin yang tersebar di 12 kecamatan tersebut. Pokoknya kita terus akan membangun 100 unit rumah miskin setiap tahunnya. Disamping itu, Dinas Cipta Karya Pelalawan juga membangun rumah miskin yang ada dipedesaan didaerah setiap tahunnya.Jadi selama lima tahun itu Pemkab Pelalawan melalui dinas terkait akan menuntaskan pelaksanaan pembangunan rumah miskin 2.105 unit nantinya," terang Fakhrizal.

Dijelaskan Fakhrizal, sebanyak ribuan rumah miskin yang sering disebut rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibangun itu sudah melalui pendataan petugas Dinas Kesejahteraan Sosial Pelalawan sebelum ini. Jadi dari data rumah miskin ini sekarang tinggal lagi untuk membangunnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah yang dianggarkan setiap tahunnya.

" Kebanyakan rumah miskin yang kita bangun dipedesaan itu karena para warga tersebut tidak mampu secara ekonomi untuk membangun rumah dihuninya akibat kondisi kehidupan ada berstatus sudah janda,jompo, dan morat-maritnya kondisi ekonomi keluarga warga yang ada. Pada umumnya rata-rata kondisi rumahnya hanya bangunan rumah panggung dan rumah berlantai tanah yang terbuat dari dinding dan lantai papan yang sudah lapuk,dan berlobang serta reok yang kita temui disudut-sudut pedesaan didaerah kita ini," jelas Kadinkessos Pelalawan.

Bupati Pelalawan H.M.Harris : Selama 5 Tahun Pemkab Akan Bangun 2105 Rumah Miskin

 Selama lima tahun Pemkab Pelalawan akan membangun sebanyak 2.105 unit rumah miskin yang tersebar di 12 kecamatan didaerah ini kedepannya. Sebanyak ribuan rumah miskin akan dituntaskan pelaksanaan pembangunannya selama lima tahun kedepan masa kepemimpinan  HM Harris sebagai Bupati Pelalawan. Demikian hal ini disampaikan Bupati Pelalawan H.M.Harris. Diungkapkannya,sebenarnya Pemkab Pelalawan melalui Dinas terkait termasuk Dinas Kesejahteraan Sosial Pelalawan telah memulai secara berangsur-angsur pelaksanaan program pembangunan rumah miskin itu sejak tahun lalu sebanyak 290 unit dari 2.105 rumah miskin atau 23,28 persen.

"Setiap tahunnya mulai tahun 2011 lalu telah membangun seratus unit rumah miskin dan tahun ini juga sebanyak seratus unit dibangun rumah miskin yang tersebar di 12 kecamatan tersebut. Pokoknya kita terus akan membangun 100 unit rumah miskin setiap tahunnya. Disamping itu, Dinas Cipta Karya Pelalawan juga membangun rumah miskin yang ada dipedesaan didaerah setiap tahunnya.Jadi selama lima tahun itu Pemkab Pelalawan melalui dinas terkait akan menuntaskan pelaksanaan pembangunan rumah miskin 2.105 unit nantinya," terang Bupati.

Dijelaskan Harris, sebanyak ribuan rumah miskin yang sering disebut rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibangun itu sudah melalui pendataan petugas Dinas Kesejahteraan Sosial Pelalawan sebelum ini. Jadi dari data rumah miskin ini sekarang tinggal lagi untuk membangunnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah yang dianggarkan setiap tahunnya.

"Kebanyakan rumah miskin yang kita bangun dipedesaan itu karena para warga tersebut tidak mampu secara ekonomi untuk membangun rumah dihuninya akibat kondisi kehidupan ada berstatus sudah janda,jompo, dan morat-maritnya kondisi ekonomi keluarga warga yang ada. Pada umumnya rata-rata kondisi rumahnya hanya bangunan rumah panggung dan rumah berlantai tanah yang terbuat dari dinding dan lantai papan yang sudah lapuk,dan berlobang serta reok yang kita temui disudut-sudut pedesaan didaerah kita ini," jelas Bupati Pelalawan. (adv)