Banyak Warganya Tumbang Karena ISPA, Arwinda Pertanyakan Sosialiasi Diskes Pekanbaru

Penulis : admin | Rabu, 11 September 2019 - 17:49 WIB

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Dari Partai Amanat Nasional (PAN), Arwinda Gusmalina saat berkunjung ke Diskes Kota Pekanbaru, mempertanyakan sosialisasi Diskes | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Pegawai yang ada di Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dicecar pertanyaan oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rabu (11/09/19).

Salah satunya adalah politisi PAN perempuan yang duduk di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Tenayan Raya-Sail, Arwinda Gusmalina. Cecaran demi cecaran dilayangkan terkait penanganan dampak kabut asap oleh Diskes Kota Pekanbaru.

Hal yang menjadi pertanyaannya adalah peran sosialisasi Diskes Pekanbaru kepada masyarakat dalam menghadapi kabut asap saat beraktivitas didalam ruangan maupun diluar ruangan.

"Penjelasan yang ditonjolkan hanya berkutat pada luar ruangan saja, padahal dalam ruangan juga berbahaya. Dalam rumah bau asap juga pekat, harusnya disosialisasikan bagaimana penanganan dan antisipasi di dalam rumah," ucap Arwinda, dihadapan Pegawai Diskes Kota Pekanbaru.

Menurut Arwinda, saat ini banyak warganya terutama yang ada di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, belum mengetahui cara mengatasi persoalan dampak kabut asap di dalam ruangan. Harusnya kata dia, hal seperti ini perlu juga disosialisasikan ditengah masyarakat.

"Sebagai warga dan seoarang ibu, saya turut merasakan penderitaan masyarakat. Kabut asap sudah mulai masuk kerumah, oklah yang plafon rumahnya tinggi dan rumahnya ada Ac bagaimana rumahnya rendah betapa pengapnya," ungkapnya.

Menurutnya, Diskes Pekanbaru harus memberikan sosialisai bagaimana kondisi rumah tetap steril dari asap, setidaknya ada terobosan-terobosan atau solusi kongrit yang diberikan kepada masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, memaparkan, bahwa ada beberapa langkah yang perlu diambil untuk menghindari kabut asap tidak masuk kedalam ruangan.

"Selain tetap menggunakan masker dan memperbanyak minum air putih, ada solusi lain yang kiranya mampu menangkal masuknya partikel-partikel asap masuk kedalam ruangan, diantaranya memastikan pintu dan jendela rumah selalu tertutup rapat," ucap Zaini

Selain itu, Zaini menyebutkan, jika disekitar ruangan jendela dinding retak atau ada rongga bisa dilakukan dengan dempul atau perekat serta menggunakan kain basah. 

"Cuci dan basahkan kembali kain sesuai kebutuhan. Kemudian lakukan perbaikan-perbaikan kecil sendiri termasuk usaha untuk menutup celah dan meminimalisir asap masuk ke dalam rumah," terangnya.

Selain itu, katanya lagi, bisa menggunakan alat penyaring udara atau air purifier di rumah. Ganti filter sesuai yang disarankan dalam petunjuk pemakaian. mengingat untuk penyaringan udara ini tidak semua masyarakat bisa membeli karena harga yang mahal cukup mahal. 

"Jika ada, pakai alat pendingin udara (AC) beroperasi sepanjang waktu. Jika tidak memiliki AC, bisa gunakan kain basah diseluruh jendela dan fentilasi. Cuci dan basahkan kembali kain sesuai kebutuhan," tuturnya.

Beberapa langkah kecil tersebut diharapkan bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi dampak buruk menghisap asap.

Sebelumnya, Plt Diskes Muhammad Amin menerangkan bahwa semua orang pasti terdampak kabut asap, bahkan saat ini tercatat sudah 7.789 penderita ISPA yang terdata dari seluruh puskesmas yang ada di Pekanbaru, sejak kabut asap melanda Kota Bertuah.

Diskes Kota Pakanbaru sudah membagikan 125 ribu masker yang dibagikan melalui sekolah-sekolah, ada 21 ribu lagi stok yang siap didistribusikan. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :