Ini cara Yayasan Alhasanah Perawang bentengi kenakalan remaja

Penulis : user | Minggu, 24 Maret 2019 - 16:17 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Yayasan Alhasanah Perawang, Kabupaten Siak, Riau menyelenggarakan kegiatan taklim khusus remaja, yang rutin digelar setiap bulan. 

Hingga Maret 2019 ini, sebanyak tiga kali kegiatan taklim dengan menyasar kalangan remaja telah dilakukan. Kegiatan ini digelar  di Masjid Alhasanah, Jl. M Ali Perawang. 

Untuk menarik minat dan menjaring remaja, maka kajian yang dipilih selalu bertema ringan. Tema-tema yang dipilih sesuai kebutuhan remaja dalam menghadapi perkembangan zaman, seperti tema cinta, waspada terhadap masa muda, dan lain sebagainya. 

Selain itu, untuk mempermudah komunikasi, pihak penyelenggara juga menggunakan fasilitas media sosial WhatsApp. Digrup itu pula, panitia dan peserta saling berkomunikasi, terutama terkait jadwal kegiatan pengajian. 

Urfa Furota, selaku pihak penyelenggara dan salah satu pengisi materi, mengaku khawatir akan kesiapan pemuda dan pemudi membentengi diri dari menghadapi zaman yang terus berganti. Urfa juga mengatakan, remaja sejatinya adalah pengganti generasi sebelumnya, karena itu sebagai generasi tua, seharusnya membantu remaja mempersiapkan segalanya. 

"Ya tentu karena memang remaja sebenarnya kan pasti pada saatnya akan menjadi pengganti orang tuanya. Maka, kita harus menyiapkan mereka sebaik mungkin. Di sisi lain, tantangan dan godaan untuk remaja di zaman kita ini kan, fitnahnya banyak. Jadi, kalau kita tidak memberikan perhatian yang besar, termasuk bentuk nasehat dan peringatan, dikhawatirkan nanti mereka lost control," jelasnya usai mengisi materi kajian, Minggu (24/03/2019).

Kegiatan yang termasuk dalam agenda bidang dakwah Yayasan Alhasanah ini tidak memungut biaya apapun dari peserta yang datang. Urfa menjelaskan, dana dari donatur sudah lebih dari cukup untuk membiayai proses berjalannya kegiatan termasuk pemberian snack dan hadiah berupa buku saku.

"Pungutan biaya tidak ada. Bahkan donatur itu sudah lebih dari cukup. Bahkan untuk menyediakan apa saja yang dibutuhkan, temasuk hadiah-hadiah. Tetapi, namanya kebaikan dan juga sebagai bentuk pendidikan, bagi mereka yang mau berkontribusi, yakni berinfak, ya tetap kita menghargai dan kita terima. Jadi, ya tidak kakulah. Artinya, apa yang selagi dalam syariat dibolehkan, kita memfasilitasi," paparnya saat dikonfirmasi mengenai pungutan biaya.

Salah satu orang tua peserta kajian, Jefrizal, mengaku senang diselenggarakannya kegiatan ini dan berharap rutinitas kajian dapat terus dilaksanakan. 

"Bagus kegiatannya. Untuk menambah ilmu anak dan menambah wawasan. Kalau dapat kegiatannya diperbanyak jadi dua minggu sekali. Daripada di rumah liburnya main aja kan, lebih baik datang kajian. Lebih bermanfaat," paparnya.

Pihak penyelenggara juga telah siap mengantisipasi kejenuhan yang biasa timbul dari remaja saat mendengar kajian. Di tengah berlangsungnya kajian, pemateri akan melempar soal-soal tanya jawab seputar keremajaan, kemudian juga ada istirahat dan pemberian makanan ringan agar suasana tetap segar dan kondusif. 

Muhammad Nur Ardi Handayat, siswa SMA N 2 Tualang, mengaku sudah dua kali datang kajian. Ardi juga mengatakan datang kajian memang karena keinginannya sendiri. Suasana yang tenang membuatnya ingin datang lagi di kajian selanjutnya. 

"Enak kajiannya, tenang. Datang ke sini mau nambah ilmu, teman juga. Insyaallah datang lagi," ucapnya saat diwawancara selesai kajian berlangsung.

Yayasan Alhasanah mengharapkan agar para remaja dapat kembali lagi aktif berkegiatan di masjid dan mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya. [red]

(Mahasiswa Komunikasi UIN Suska Riau, M. Ihsan Yurin)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :