Jalan Lintas Lipat Kain Riau Makan Korban, 3 Nyawa Melayang

Penulis : admin | Minggu, 06 Januari 2019 - 18:12 WIB

RUSAK PARAH - Begini kondisi jalan lintas lipat kain -desa muara lembu rusak parah. Sudah banyak warga jadi korban masuk lubang bahkan meninggal dunia | Istimewa

Beritariau.com Kampar - Memprihatinkan, kondisi Jalan Raya (Jalan lintas Lipat Kain menuju Kuansing) mengalami rusak parah. Panjang jalan kurang lebih  20 kilo meter, berlubang dengan diameter dua meter dan kedalaman setengah meter tersebut, telah memakan banyak korban.

Dari pantauan, lubang yang merenggut nyawa manusia itu tampak diberi pembatas drum dan kayu. Di dalam lubang, tampak air bekas genangan rembesan hujan.

Menurut warga sekitar lokasi, Zulkifli, mengungkapkan bahwa sudah banyak warga yang melintas dengan kendaraan dan terpuruk bahkan tergelincir di lokasi lubang yang menganga tersebut.

"Kalau kecelakaan motor tak terhitung. Mobil juga ada yang bersenggolan. Mereka sama-sama mau mengelak lubang jalan," kata Zulkifli, kepada wartawan, Minggu (06/01/19).

Bahkan katanya, akibat kondisi jalan yang mengalami rusak parah tersebut, sudah 3 nyawa manusia melayang. "Terakhir ada ibu-ibu yang meninggal di tempat," akunya. 

Dia menjelaskan lebih jauh, kondisi jalan berlubang tersebut saat ini berada di Lipat Kain hingga ke Desa Muara Lembu, perbatasan Kabupaten Kuansing.

Menurutnya, jalan tersebut baru diperbaiki sekitar pertengahan tahun 2018 lalu. Namun, karena buruknya pengerjaan oleh kontraktor pelaksana, jalan tersebut banyak yang berlubang.

"Masyarakat sudah banyak mengeluh, tapi tidak tahu harus mengadu ke mana. Kita juga sudah sharring ke Pak Kades Lipat Kain Ocu Aan. Dia mengaku tidak tahu apa-apa, bahkan tidak ada laporan sama sekali dari kontraktornya," terangnya. 

Hal yang sama juga dituturkan Kades Muara Lembu, Kabupaten Kuansing, Ridho. Saat dihubungi, Ridho mengaku, mulai dari pengerjaan hingga jalan yang ditambal sulam kini rusak, dirinya tidak tahu siapa kontraktor yang mengerjakan.

"Kami di sini sudah resah, karena sangat berbahaya. Apalagi malam hari, sangat berbahaya. Kalau tidak salah, sudah ada warga yang tabrakan hingga meninggal dunia," paparnya.

Karena kondisi ini, warga Lipat Kain dan Muara Lembu meminta, agar pemerintah melalui kontraktor pelaksananya, untuk segera memperbaikinya. Jika tidak, akan bertambah lagi jumlah korban yang kecelakaan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Djusman menegaskan, bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat (jalan negara). Perbaikannya menggunakan dana APBN, melalui Balai Kementerian yang ada di Provinsi Riau.

"Kita minta kawan-kawan DPR RI untuk menindaklanjuti persoalan ini. Karena ini merupakan jalan negera. Balai Jalan yang berwenang untuk memperbaikinya. Ini jangan anggap sepele," pinta. 

 

Lapor ke Aparat Hukum

Anggota DPR RI Dapil Riau I Sayyed Abu Bakar Assegaf meminta agar masyarakat serta perangkat daerah seperti RT, RW dan Kades segera membuat laporan terkait kondisi jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kementrian PUPR, agar nanti dapat dipertanyakan langsung kepada Kementerian PUPR.

"Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, jalan baru selesai dibangun kenapa sudah rusak begini, tentu ada yang salah dalam proses pengerjaannya," ucapnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini meminta kepada masyarakat untuk dapat berperan aktif agar laporan itu ditindaklanjuti oleh pihaknya.

"Saya akan berada didepan untuk memperjuangkannya. Karena apapun ceritanya ini merupakan tanggungjawab saya sebagai wakil rakyat yang ditunjuk oleh masyarakat sebagai jembatan aspirasi mereka" jelas Sayed.

Disambungnya, jika nantinya laporan ini tidak diterima atau tidak ditanggapi oleh Kementerian PUPR, maka saya langsung yang akan mendatanginya dan mempertanyakan sejauh mana proses pekerjaan proyek tersebut dan juga pengawasan yang dilakukan.

"Mereka tidak bisa semena mena terhadap penggunaan dana APBN ini, semuanya harus jelas dan terukur, jika baru beberapa bulan saja selesai dibangun dan saat ini sudah rusak lagi, maka kita bisa laporkan juga kontraktornya ke aparat hukum" tutur Sayed yang kini duduk di komisi 7 DPR RI ini. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :