Akademisi Nilai Penguasaan Bahasa Asing Di Pekanbaru Lemah

Penulis : user | Selasa, 18 Desember 2018 - 19:40 WIB

Ratusan Generasi Muda Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris di Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Akademisi sekaligus ketua Indonesian English Course Teachers Association (IECTA) Pekanbaru, Afisi Sabri menilai penguasaan bahasa asing, terutama Inggris di Pekanbaru lemah.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah kota setempat dapat lebih berperan dalam mendorong penguasaan bahasa asing di ibu kota Provinsi Riau tersebut. 

Afisi di Pekanbaru, Selasa menjelaskan penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris di kalangan masyarakat Pekanbaru saat ini masih jauh dikatakan baik. 

"Fakta yang paling dekat, bagaimana penguasaan bahasa asing petugas hotel. Komunikasi mereka. Padahal kita segera menghadapi masyarakat ekonomi asean," kata dia. 

Menurut perempuan yang aktif selama 18 tahun terakhir menjadi akademisi dan praktisi bahasa Inggris itu, penguasaan bahasa asing di Pekanbaru tidak menunjukkan perkembangan yang memuaskan. 

Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah kota dapat lebih meningkatkan perannya, selain para guru yang mengajar bahasa inggris juga dapat terus menjaga dan menguatkan kualitas. 

"Kita sudah berbicara lisan dengan Pemko Pekanbaru. Responnya bagus. Nanti kita akan tindak lanjuti lagi," tutur pengajar di STAI Lukman Edy (STAI LE) tersebut. 

Selain itu, ia juga menjelaskan akan terus mendorong dan meingkatkan kemampuan bahasa inggris melalui pelatihan dan seminar. 

Salah satunya adalah IECTA yang menggandeng berbagai instasi pendidikan mulai dari SMK hingga Perguruan Tinggi di Riau. 

Seperti pada hari ini, sebanyak 200 generasi muda baik dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum mengikuti Sosialisasi dan Simulasi Uji Kompetensi Bahasa Inggris. 

Kegiatan itu dilangsungkan IECTA dengan STAILE di Hotel Alpha Pekanbaru.

"Target kita seluruh lini masyarakat Riau bukan hanya mampu berbahasa inggris namun juga paham dalam berkomunikasi," tuturnya. 

Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini perdana dilakukan di Pekanbaru, bahkan Sumatera. 

Untuk selanjutnya, dia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan hingga kemampuan bahasa inggris masyarakat bisa ditingkatkan. 

Sementara itu, Pimpinan Kampus STAI LE, M Syahrial mengatakan pelatihan ini memiliki potensi yang sangat bagus, dengan target dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. 

"Bahasa Inggris itu yang paling dituntut di era MEA ini. Jia tidak bisa maka dia akan terelminasi," ujarnya. 

Untuk itu, ia mengatakan perlunya peningkatan kemampuan untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. 

"Nanti ketika MEA sudah berlaku, banyak Bank asing akan masuk ke Indonesia. Itu contohnya. Lantas jika tidak bisa bahasa inggris, mau kemana kita," tuturnya. 

Lebih jauh, ia mengatakan kolaborasi dengan IECTA sejauh ini mendapat respon yang positif bagi peserta didik di lingkungan kampusnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :