Satgas Pangan Sebut Terjadi Fluktuasi Harga Sembako

Penulis : user | Rabu, 28 November 2018 - 16:15 WIB

Satgas Pangan Sebut Terjadi Fluktuasi Harga Sembako

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Tugas Pangan yang terdiri dari Polda Riau dan Badan Urusan Logistik seta Pemprov Riau menyatakan terjadi fluktuasi harga sembako menjelang akhir tahun. 

Meski begitu, fluktuasi tersebut dalam kondisi batas normal dan masih terjangkau oleh masyarakat.

Hal tersebut diketahui pasca dilakukannya inspeksi mendadak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Rabu (28/11). 

"Memang terjadi fluktuasi harga, tapi masih sangat normal," kata ‎Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan sebagai Kepala Satgas Pangan di Riau.

Dia mengatakan harga cabai merah dari Bukittinggi sudah mencapai Rp 46 ribu per kilo. Kenaikan harga tersebut sudah berlangsung sepekan.

"Tapi kalau untuk cabai merah dari Lampung dan Jambi masih normal di sekitaran harga Rp 32 ribu per kilo," kata Gidion.

Gidion menyebutkan, harga bahan pokok di pasar masih fluktuatif. Dia menyatakan ketersediaan menjelang akhir tahun masih cukup dan akan terus memantaunya untuk mencegah spekulan.

"Jika fluktuasi harga tidak normal lagi akan dilakukan pengawasan ketat, kalau sekarang masih normal meski ada beberapa harga yang naik," ucap Gidion.

Sementara Kepala Bulog Riau Abdul Muis mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir jika harga beras, minyak goreng, gula dan tepung naik. Pasalnya di Riau sudah ada 23 toko milik Bulog bernama Toko Pangan Kita (TPK).

"Kalau untuk di Pekanbaru ada tujuh TPK, di antaranya di Pasar Sukaramai, Tangor, Lima Puluh dan Cik Puan," kata Abdul.

Dengan adanya TPK ini,  warga tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan beras atau gula dari Bulog. Kehadirannya juga menjadi penetrasi harga pangan di pasar tradisional.

"Jadi masyarakat bisa mendapatkan harga beras lebih murah dengan kualitas yang sama dengan harga beras lainnya," tegas Abdul.

Pantauan di Pasar Sukaramai dan Cik Puan, harga cabai merah mulai melonjak khususnya yang berasal dari Sumatera Barat. Hal serupa juga terjadi pada harga telur serta bawang yang mulai merangkak naik.

Salah seorang pedagang di Pasar Sukarami bernama Sri, mengatakan harga bawang merah per kilonya sudah mencapai Rp 28 ribu. Beberapa hari sebelumnya, harganya masih berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Kenaikan itu diperkirakan hingga Januari 2019.

"Naiknya akan terus sampai awal tahun depan, dan biasanya akan bertambah lebih mahal. Apalagi harga bawang putih," kata Sri.

Sementara Budi (39), pedagang telur di Pasar Cik Puan mengatakan harga per butir naik menjadi Rp 200. Naiknya harga ini sudah terjadi sepekan belakangan.

"Sepekan lalu harganya masih Rp 1.300 per butir, sekarang sudah Rp 1.500," katanya.

Dia menyebut harga itu tidak akan turun lagi hingga akhir tahun karena sudah menjadi kewajiban di pasar karena meningkatnya permintaan.

"Distributor telur biasanya dari Medan dan Payakumbuh. Tidak akan ada cerita turun lagi, wajib naik, puncaknya Januari nanti baru setelah itu normal lagi," terangnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :