BEM se Riau Desak Jokowi-JK Mundur
Demo Jokowi di Riau anarkis, Kepala Kapolresta Pekanbaru bocor kena timpuk

DESAK MASUK GEDUNG DPRD RIAU - Massa Gabungan dari BEM se Riau Mendorong Pintu Gerbang Gedung DPRD Riau. Demo ini Menyikapi 3 Tahun Kinerja Presiden Jokowi-JK. Massa Menilai Jokowi Telah Gagal Menunaikan Janjinya | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Unjukrasa ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Riau di Gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Jumat (20/10/17) siang, berujung anarkis.
Unjukrasa dalam menyikapi 3 Tahun Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini, memanas antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang mengawal jalannya unjukrasa tersebut.
Intinya, mereka mendesak Jokowi dan Jusuf Kalla turun dari Jabatannya. Sedikitnya ada tiga hal yang dituntut, yaitu, Turunkan Kesenjangan Ekonomi, Wujudkan Kedaulatan Rakyat dan Tegakkan Supremasi Hukum.
"Pemerintah Jokowi sudah gagal dan sudah seharusnya diganti. Angka kesenjangan sosial sangat tinggi dan tak ada perhatian pemerintah. Hutang luar negeri sudah melampaui batas," teriak orator Mahasiswa gabungan dalam orasinya.
Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan tulisan berisi kritik dan evaluasi terhadap kinerja Presiden Jokowi.
Bahkan, mereka membawa seekor kambing yang dilehernya digantung kertas karton bertuliskan 'Mr Presiden'. Selain kambing, mereka juga membawa sepeda untuk menyindir gaya Jokowi yang kerap membagi-bagi sepeda dalam setiap kunjungannya..
Situasi mulai memanas saat massa mendesak masuk ke Gedung DPRD Riau. Alasannya, mereka berniat menjalankan ibadah Sholat Azhar di Gedung itu.
Namun dihadang oleh aparat kepolisian. Akibatnya, aksi saling dorong tak terhindarkan.
Mahasiswa pun membakar ban yang disulut dengan bensin. Akibatnya, pintu gerbang DPRD Riau ikut disambar api.
Akibat saling dorong ini, korban luka di kedua belah pihak berjatuhan.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto yang memimpin pengawalan ini dilaporkan terluka di bagian kepalanya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Luka tersebut diduga akibat ditimpuk batu.
Seorang mahasiswa juga dilaporkan terluka juga dibagian kepala.
"Pak Kapolresta sudah dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross. Kepalanya bocor terkena lemparan saat demo tadi," ungkap Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata kepada wartawan.
BOCOR - Kepala Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto Terluka dan Diperban akibat Terkena Lemparan | Istimewa
Hingga kini, massa belum membubarkan diri.
Meski demikian, Edy menyatakan pihaknya tak akan melakukan penangkapan terkait aksi anarkis mahasiswa ini.
"Belum ada (penangkapan, red), yang jelas tugas kita menjada agar situasi kondusif," kata Edy.
Massa gabungan ini terdiri dari sejumlah BEM yakni, UR, UIN SUSKA, UMRI, ABDURAB dan PCR. Ada juga dari elemen ekstra kampus seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Muslim Muhamadiyah (IMM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
Pantauan sebelumnya, massa bergerak dari kampus masing-masing dan melakukan konvoi. Kemudian bertemu di simpang SKA dan kemudian konvoi menuju Kantor DPRD Riau. [red]

