Cuaca Riau Terasa Sangat Panas? Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Bagi anda kerap beraktivitas di luar rumah pada siang hari, mungkin menyadari cuaca di Kota Pekanbaru dan Riau secara umum terasa menyengat. Bahkan, pada malam kondisi cuaca tidak banyak berubah, sementara hujan tidak kunjung turun.
Dalam beberapa kesempatan, suhu udara pada siang hari bahkan mencapai 34 derajat celcius.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, kondisi itu merupakan dampak badai trpois Lan yang sedang terjadi di Samudera Pasifik tepatnya Timur Filipina.
"Secara lokal dampaknya membuat pembentukan awan menjadi terhambat karena massa udara tertarik ke sana (pusat badai)," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat (20/10/17).
Badai tropis LAN tersebut diperkirakan akan berdampak terhadap cuaca di Provinsi Riau selama sepekan mendatang. Namun, dampak badai tropis LAN diperkirakan tidak akan seburuk Badai Tropis Khanun yang terjadi di Laut China Selatan.
Badai Khanun, kata dia, baru saja punah sekitar dua hari lalu setelah sebelumnya terjadi selama lebih dari sepekan. Menurut dia, Badai Khanun telah berdampak terhadap cuaca di Riau yang cenderung panas dan tidak terjadi hujan selama 10 hari terakhir.
Padahal, saat ini Provinsi Riau dikategorikan memasuki musim hujan yang diperkirakan akan terjadi hingga awal tahun mendatang.
"Badai tropis Khanus telah punah dua hari lalu. Badai yang terjadi di Laut China Selatan mengakibatkan tekanan udara rendah di sana. Angin udara kita tertarik ke sana, makanya seminggu lalu angin kencang dan susah pembentukan awan hujan," urainya.
"Setelah Khanun punah, ternyata ada lagi badai tropis LAN. Meski dampaknya diperkirakan tidak separah Khanun," lanjutnya.
Lebih jauh, ia mengatakan melonjaknya titik-titik panas sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, yang terpantau pada Rabu dan Kamis kemarin (18 & 19 Oktober 2017) merupakan salah satu dampak badai tropis itu. [don]

