Polda Riau ungkap, angka kejahatan meningkat 40 persen
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau, mencatat, kasus kejahatan di tahun 2017 mengalami kenaikan sebanyak 40 persen dibanding yang terjadi pada tahun 2016 lalu. Angka ini diketahui dari hasil operasi Ramadniya di jajaran Polda Riau yang digelar selama 14 hari di tahun 2017.
"Di tahun 2016 ada 45 kasus. Berbeda dengan tahun 2017, ada 63 kasus. Akumulasinya naik 18 kasus atau sekitar 40 persen," Kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Sik, kepada wartawan, Senin (03/07/17).
Dia merincikan, kejahatan yang paling menonjol yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Untuk curat pada 2016 hanya terjadi 8 kasus, namun pada 2017 meningkat 16 kasus atau sekitar 200 persen.
"Total curat selama 14 hari Ops Ramadniya ada 24 kasus. Sementara itu untuk kasus Curanmor meningkat 50 persen dari 16 kasus tahun 2016 menjadi 24 kasus di tahun 2017," ungkapnya merincikan.
Meskipun begitu, dia mengungkapkan, ada juga jenis kasus yang mengalami penurunan. 3 kasus yang mengalami penurunan yakni, Pencurian dengan Kekerasan (Curas) Penganiayaan Berat (Anirat) dan Curas menggunakan Senjata Api (Senpi).
"Curas dari 9 menjadi 6 kasus, Penganiayaan Berat (Anirat) dari 10 menjadi 8 kasus dan Curas menggunakan Senjata Api (Senpi) dari 2 menjadi 1," terang Guntur.
Selain itu, Kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Khamtibmas) juga mengalami penurunan. Jumlah gangguan Khamtibmas pada 2016 ada 144 kasus, dan 2017 sebanyak 138 kasus atau turun 4 persen.
"Satuan Wilayah yang banyak terjadi gangguan Khamtibmas adalah Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Disitu ada 28 kejadian pada 2017," ucap Guntur.
Jumlah itu menurutnya turun sebanyak 50 persen dari tahun 2016 sebanyak 56 kasus. Sedangkan Polres Kampar menduduki peringkat terbanyak kedua dengan 22 kasus dibanding tahun 2016 yang jumlahnya 17 kasus.
"Ketiga terbanyak gangguan Khamtibmas adalah Polres Dumai dengan 19 kasus, meningkat 111 persen dari tahun 2016 yang hanya mengalami 9 kasus," jelasnya.
Untuk kinerja Satuan Wilayah (Satwil) lainnya berdasarkan data hanya tiga yang mengalami penurunan, selain Pekanbaru, Polres Bengkalis, Rokan Hilir, dan Pelalawan mengalami penurunan angka gangguan Khamtibmas. [red]

