Pengamat: Pemko Pekanbaru bangun jalan tak sesuai SNI
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Pengamat jalan, lingkungan dan transportasi, Mardianto Manan MT, menilai persoalan buruknya pembangunan jalan yang ada di Kota Pekanbaru. Menurutnya, apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Pemko Pekanbaru kalau membangun jalan harus sesuai dengan SNI untuk mengindari kerusakan jalan. Jangan asal bangun saja," kata Mardianto, saat dikonfirmasi melalui selularnya, Senin (03/07/17) siang.
Pernyataan dari praktisi Universitas Islam Riau (UIR) itu, menyusul banyaknya jalan yang berlobang ditemui di Kota Pekanbaru. Jalan itu tentu membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
Dari pantauan, terlihat beberapa titik jalan mulai berlobang. Seperti di Jalan HR Soebrantas (Panam), Jalan soekarno hatta, Jalan Arengka II / SM Amin, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Hangtuah, Jalan Cipta Karya, Jalan Purwodadi, Jalan Riau, dan beberapa ruas hakan hampir merata mengalami kerusakan.
Belum jelas apakah ini masuk dalam pemetaan jalan Nasional, Jalan Provinsi atau Jalan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Meski begitu, Mardianto mengungkapkan perlu koordinasi antar pihak untuk menyelesaikan tanpa harus lempar tanggungjawab.
"Kerusakan jalan cukup parah di daerah ini ditambah sistem drainase yang dibangun cukup buruk," cetus Mardianto.
Seharusnya, kata Mardianto, jalan kota perlu diberikan perlakuan khusus seperti melakukan pembatasan tonase tinggi kendaraan besar yang bisa melewati jalan kota tersebut. Cara ini dilakukan agar jalan yang dibangun menjadi awet.
"Dinas terkait lagi yang perlu merancang spesifikasi model jalan, supaya tahu mana jalan yang berkualitas dan dilengkapi sistem drainase yang baik. Karena kita tahu, hujan sebentar saja, banjir udah dimana-mana," pungkasnya. [bam]

