Cek titik api di Kampar, Tim TNI-Polri curiga lahan 7 hektar sengaja dibakar

Cek titik api di Kampar, Tim TNI-Polri curiga lahan 7 hektar sengaja dibakar

Personil TNI-Polri Cek Titik Api Akibat Lahan Terbakar di Wilayah Kampar | Istimewa

Beritariau.com, Kampar - Personil Gabungan TNI-Polri melaksanakan pengecekan titik api di wilayah Desa Sei Sarik Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Kuat dugaan hutan itu sengaja dibakar untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Komandan Pos (Danpos) Kampar Kiri Serma AH Nasution menjelaskan Lahan yang terbakar merupakan lahan semak belukar.

Patroli gabungan yang dipimpin Kapolsek Kampar Kiri Kompol Jon Firdaus secara langsung melakukan Pemantauan di lapangan.

"Tim patroli menemukan  Lahan yang telah terbakar dengan luas sekitar 7 hektare , namun api sudah padam," ujar Serma AH Nasution, Senin (03/07/17) melalui selulernya.

Pemilik lahan diketahui bernama Suyatno (60) warga Desa Sei Sarik yang bekerja sebagai petani , lahan yang terbakar telah di Polis line dan 2 potong kayu terbakar  diamankan anggota Polsek setempat sebagai barang bukti.

Saat ini  sedang dalam proses penyelidikan Polsek Kampar Kiri. Di lahan terbakar, tim gabungan juga menemukan adanya upaya penumbangan kayu untuk pembersihan lahan.

Tampaknya lahan tersebut akan ditanami kelapa sawit. Sebab, di kawasan hutan itu tampak sebagian besar sudah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.

Menurut Serma AH Nasution, setelah dilakukan pengecekan di lokasi kebakaran itu, diketahui bahwa area yang terbakar sebenarnya terletak di perbatasan Desa Balung  Kecamatan Koto Kampar yang berbatasan langsung dengan Dusun Bayan Desa Sei Sarik Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar.

"Untuk menjangkau lokasi kebakaran terbilang sulit. Hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, terlebih hutan dan semak belukar serta berbukit-bukit yang tingginya mencapai 1 Kilometer dan cukup curam," katanya.

AH Nasution menambahkan, upaya pemadaman telah dilakukan dengan bantuan dua unit helikopter TNI AU Lanud Rosemin Nurjadin Pekanbaru yang melakukan water bombing atau bom air berulang kali di kawasan yang terbakar hingga api padam.

"Proses pengambilan air dilakukan di Desa Sei Sarik. Hingga saat ini api di lahan tersebut telah padam dan hanya  meninggalkan sedikit kepulan asap putih," pungkasnya. [red]‎‎