Dewan menilai ada yang salah dalam pengawasan transportasi online di Pekanbaru

Dewan menilai ada yang salah dalam pengawasan transportasi online di Pekanbaru

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Kalangan Legislator menilai ada yang salah dalam pengawasan izin transportasi online di Kota Pekanbaru. Setelah transportasi Go-jek yang belum tuntas, muncul transportasi online Uber yang menawarkan jasa kendaraan Roda Empat yang menggunakan kendaraan pribadi.

"Kalau sudah beroperasi, taksi uber itu sudah ilegal namanya. Ada yang salah dalam sistem pengawasannya. Dishub harusnya bertanggungjawab," kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zaidir Albaiza, kepada wartawan, Selasa (16/05/17).

Menurutnya, setiap usaha yang bergerak dan beriperasional di Kota Pekanbaru, harus memiliki izin yang diamanahkan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ditetapkan di Kota Pekanbaru. Dengan masuknya transportasi online tanpa mengantongi izin lengkap, jelas merupakan suatu kelalaian dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.

"Ini (taksi online,red) jelas merugikan angkutan umum resmi di Kota Pekanbaru. Masuknya taksi uber mematikan dan merugikan taksi konvensional yang sudah bertahun-tahun ada di kota Pekanbaru," cetusnya.

Dia khawatir, dengan masuknya transportasi taksi online tanpa mengantongi izin resmi ini, keral menjadi modus dan cara baru melakukan perampokan.

"Harusnya dijaga ketat masuknya taksi online ini. Jangan dibiarkan dan harus terdaftar di kota Pekanbaru," terangnya.

Tak Halangi Orang Berinvestasi
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan, masuknya transportasi online di Kota Pekanbaru, merupakan suatu hal yang wajar karena mengikuti suatu perkembangan zaman. Meski begitu, dia tidak ingin menyalahkan siapapun.

"Kan tidak mungkin kita menghalangi orang berinvestasi," kata Jamil, kepada wartawan, kemarin.

Dia mengungkapkan, Kota Pekanbaru merupakan kota perdagangan dan jasa. Modal itu, tentu menarik setiap investor berinvestasi di Kota Pekanbaru saat ini.

"Kota Pekanbaru ini Kota besar. Investor transportasi online sendiri melihat ada peluang besar jika dibuka di Pekanbaru. Makanya mereka mendatangi Kota ini," pungkasnya. [bam]