Kasus Dugaan Penipuan Cek Kosong

Polda Riau beri sinyal Kepsek SMA Muhammadiyah I Pekanbaru segera diperiksa

Polda Riau beri sinyal Kepsek SMA Muhammadiyah I Pekanbaru segera diperiksa

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau, memberi sinyal adanya pemeriksaan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Muhammadiyah I Pekanbaru, bakal diperiksa dalam waktu dekat. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penipuan yang melibatkan Ketua PGRI Kota Pekanbaru itu.

"Sabar. Masih lidik. (Penyelidikan,red). Yang pasti akan ditindaklanjuti. Mungkin dalam waktu dekat dilakukan pemanggilan kepada terlapor," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM, Rabu (10/5/17) siang.

Saat ini kasus dugaan penipuan cek kosong itu, tengah ditindaklanjuti oleh Subdit I Kriminal Umum Polda Riau. Dari penyidikan hingga saat ini, pokisi masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada untuk ditindaklanjuti.

"Yang jelas, jika bukti-bukti menguatkan dan mengarah ke situ (penipuan,red) langsung kita proses," ungkapnya.

Kasus yang menimpa Kepsek SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Defi Warman itu sebelumnya dilaporkan ke Polda Riau oleh Dedi Fionaldy (43) warga Jalan Embun Pagi Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya. 

Dedi dalam laporannya mengaku bahwa dia menjadi korban penipuan yang dilakukan seorang Kepala Sekolah (Kepsek) Muhammadiyah Kota Pekanbaru, Selasa (20/9/2016) lalu. 

Korban dalam laporannya mengaku telah mengalami kerugian materi proyek interior sekolah dari pekerjaan di SMA Muhammadiyah senilai Rp2,1 miliar lebih. 

Saat kerjasama proyek dilakukan dan tengah berjalan, Defi Warman memberikan tanda jadi pembayaran berupa cek Bank BNI nomor C0635541 dengan senilai Rp500 juta. 

Korban yang menerima cek tersebut melakukan clearing ke pihak bank. Pihak bank lalu melakukan klarifikasi kepada korban bahwa cek tersebut kosong karena tidak ada saldo didalamnya. 

Defi Warman bahkan mengaku tidak mengenal Dedi yang melaporkannya ke Polda Riau terkait dugaan penipuan. Bahkan, Defi Warman menyebutkan bahwa dalam pekerjaan, dia tidak pernah memberikan pekerjaan proyek interior sekolah kepada orang yang bernama Dedi melainkan ke rekanannya Dadang.

"Cek itu belum diisi dananya namun untuk mengantispasi keterlambatan pembayaran saya membayar dengan tunai ke rekanan Dadang dan sudah kita bayar cash secara bertahap waktu itu ke Dadang," Kata Defi.

Bahkan, Kontraktor PT Alam Terampil Mandiri (ATM), Dedi Fionaldy, menantang Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Defi Warman, untuk membuktikan bahwa apa yang disampaikan Ketua PGRI Kota Pekanbaru itu tidak benar adanya. 

"Tidak ada masalah kalau Defi Warman mengaku tidak kenal sama saya. Tapi perkara penipuan ini akan saya lanjutkan. Saya siap menunggu laporan balik dari Defi Warman," cetusnya.

Bahkan, Dedi mengaku geli dengan pernyataan dari Defi Warman yang tidak mengenal dirinya. Padahal, sebut Dedi, dia sendiri sebelumnya telah sering bertemu di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru membicarakan proyek interior sekolah. 

"Saya sering ketemu di sekolahnya membicarakan tentang pembangunan interior itu. Masa iya tidak kenal dengan saya," kata Dedi sambil tertawa. [red]