Akhir Petualangan Kapten dr Guntur ARS M.H.Kes

Tabir gelap seorang Dokter di Riau, diburu karena Cinta, Janji atau Dusta...

Tabir gelap seorang Dokter di Riau, diburu karena Cinta, Janji atau Dusta...

MENYESAL - dr PM (duduk) saat di Mapolsek Sukajadi | Istimewa‎

‎Beritariau.com, Pekanbaru - dr (Dokter) Guntur Anton Rainaldi Syahputra cuma bisa ‎tertunduk. Raut wajah penuh ratapan sesal tak berarti lagi ketika M Zamhur menghampirinya di sekitaran Jalan Mawar Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru, Rabu (05/04/17) sore sekitar pukul 16.00 wib.

Dari situ, Ia dibawa ke sebuah tempat di kawasan Kecamatan Sukajadi. Disinilah, masa-masa sulit baginya akan dimulai.

Ternyata nafsu serakah menjadi akar persoalan yang membuat pria berusia 37 tahun ini dicari-cari oleh Zamhur selama hampir sebulan lamanya.

‎Kisah hitam sang Dokter dimulai saat perkenalannya dengan EJ (37 tahun), warga Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, pada bulan April 2014 lalu. Saat itu, Guntur memperkenalkan diri sebagai Dokter.‎

Selain memiliki profesi mulia menolong orang sakit itu, Ia juga mengaku sebagai Prajurit berpangkat Kapten yang bertugas di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara di Pekanbaru.

Kapten dr Guntur Anton Rainaldi Syahputra M.H.Kes, demikian nama lengkapnya dikenal EJ.

Dengan profesi mulia, pangkat menjanjikan serta kata-kata romantis yang disematkan di setiap ucapan, EJ kepincut. Cinta diterima, mereka pun resmi menjadi dua sejoli pasangan kekasih.

Dokter Guntur ini memang luar biasa! 'Resep' rayuannya, manjur dan mampu membius EJ. ‎Pasalnya, baru dua bulan jadian, Guntur sukses merogoh kocek EJ sebanyak Rp202 Juta, dengan judul pinjaman yang dijanjikan pengembaliannya.

Di kawasan Jalan Mangga - Ahmad Yani Kecamatan Sukajadi tepatnya di dekat Bank Mandiri pada Juni 2014 lalu, dengan penuh percaya, EJ menyerahkan uangnya kepada Guntur.

Selama satu setengah tahun, jalinan kasih keduanya berjalan mulus walaupun pak Dokter masih menggantung status hubungan mereka, yang sudah sepantasnya ditingkatkan ke jenjang rumah tangga, seperti yang kerap Ia dijanjikan kepada EJ.

Namun entah apa sebabnya, sejak Desember 2016, Guntur acapkali menghindar dan tak lagi mau menemui wanita yang memuja dirinya itu.

Saat dihubungi, Ia kerap berkilah sedang sibuk dengan urusan pekerjaan. ‎Bahkan belakangan, Ia mengaku telah dipindahtugaskan ke ujung Timur Indonesia, Kota Jayapura Provinsi Papua.

Singkat cerita, sikap menghindar Guntur ini justru membuat EJ sempat merasa cemas lalu penasaran dan kemudian berubah menjadi kesal.

Sejak itu lah, wanita ini mulai mencari pria yang sempat memikat hatinya ini. Sayangnya, pak Dokter cukup lihai menghindar. Berbulan lamanya, EJ selalu gagal mencarinya.‎

Namun, keberuntungan tak selalu berpihak ke Guntur saat M Zamhur akhirnya menemukannya di Jalan Mawar itu pada Rabu sore kemarin.

Kedatangan Zamhur yang memburu Guntur bukan mewakili atau disuruh oleh EJ yang telah dilukai hatinya dengan janji akan dinikahi atau janji palsu lainnya. Juga bukan untuk menagih hutang sebesar Rp202 Juta yang tak kunjung dibayar itu.

Zamhur menjemputnya atas suruhan dan mewakili negara berdasarkan Laporan Polisi bernomor LP/107/III/2017/Sek Sukajadi tanggal 09 Maret 2017 yang dibuat oleh EJ.

Setelah menemukan Guntur, sore itu juga, Aipda M Zamhur yang ternyata adalah Kepala Unit Opsnal alias Katim Buser (Kepala Tim Buru Sergap, red) Polsek Sukajadi, menggiringnya ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Sukajadi untuk menjalani pemeriksaan.

Hasil sementara, kedok pak Dokter ini pun terungkap satu per satu.

PM, ternyata itu lah inisial singkatan nama aslinya. Ia bukan Dokter gadungan.

PM dipastikan adalah seorang Dokter yang telah mengucapkan Sumpah Hippokrates. Tapi Ia bukan bertugas di Pekanbaru, melainkan di salah satu UPTD Puskesmas di Kabupaten Siak dan bersatus sebagai PNS.

Anehnya, nasibnya menjadi Dokter dan PNS seolah tak membuatnya puas dan bersyukur, dr PM seakan terobsesi menjadi seorang prajurit dengan menyandang pangkat Kapten.

"Dari tangan PM, diamankan sejumlah barang bukti antara lain, masing-masing 1 (satu) buah SIM A dan SIM C atas nama PM, dengan pekerjaan anggto TNI," ungkap Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo, Kamis (06/04/17) malam.

Bahkan saat ditangkap, kata pak Komisaris ini, bersama dr PM juga diamankan sepucuk Sangkur yang biasa dikenal sebagai senjata tajam khas prajurit TNI.

Temuan ini, semakin membuka tabir gelap dalam rekam jejak sang Dokter.

Namun diketahui, bukan soal kedok yang awalnya membuat institusi yang memiliki kewenangan Sidik Sakti Indera Waspada ini, memerintahkan Zamhur memburu dan menciduknya.

Melainkan menindaklanjuti laporan EJ yang mengalami kerugian sebesar Rp202 juta akibat tindakan yang dilakukan oleh dr PM, pria yang telah resmi menjadi bekas pacarnya itu. Yakni laporan dugaan Tindak Pidana Penipuan sesuai pasal 378 KUHPidana alias tipu gelap. [red]