Pasca Demo di Kantor Gubri, Tomas Suku Sakai Justru Sebut Aksi itu Memalukan

Sejumlah tokoh masyarakat Sakai gelar jumpa pers pasca demo di Kantor Gubri (foto:rtc)
Beritariau.com, Pekanbaru - Ratusan massa yang mengatasnamakan Suku Sakai baru saja menggelar aksi dalam rangka menuntut tanah ulayat dari PT Ivomas di Kantor Gubernur Riau (Gubri). Sehari setelahnya, sejumlah orang yang mengatasnamakan tokoh masyarakat (tomas) Sakai justru menyebut aksi tersebut memalukan.
Seperti diungkapkan tokoh masyarakat sekaligus Kepala Batin Suku Sakai Kandis Singo Majo bernama Lijal yang dikutip dari Riauterkini.com, Kamis (16/3/2017). Menurutnya, aksi ini sama sekali tak melibatkan para bathin-bathin Suku Sakai yang ada di Kandis.
"Saya meminta maaf kepada Gubernur Riau, Bupati Siak, begitu juga Muspika di Kandis. Saya menilai aksi ini memalukan," kata Kepala Batin Suku Sakai Kandis Singo Majo, Rabu (15/3/17) malam.
Menurutnya, aksi ini sudah diboncengi pihak luar yang mungkin memiliki kepentingan lain soal tuntutan pencaplokan tanah ulayat yang disebut PT Ivo Mas Tunggal sebagai perampas tanah ulayat mereka seluas 24 ribu hektar.
Kepala Batin Suku Sakai Kandis Singo Majo lantas mengulas soal siapa koordinator lapangan (Korlap) bernama Soni alias Dapson. Menurutnya, Soni bukanlah orang Sakai Bathin Kandis. Dimana emaknya orang Sakai Duri, sementara bapaknya asli Kampar.
Lanjutnya, sebagai Ketua Batin Singomajo Kandis dan pemangku adat Sakai dirinya sangat mengetahui asal-usul tanah ulayat. Namun dirinya tak pernah memintanya apalagi sampai berdemo seperti yang dilakukan di Kantor Gubernur dengan membawa orang tua dan anak kecil.
"Kalau meminta tanah ulayat itu, tentu harus ada Perda-nya dulu. Nah, ini yang saat ini sedang kita upayakan kepada pemerintah. Saya saat ini terus mempelajarinya. Karena sejauh ini baru tanah ulayat Desa Seinama Nenek di Kampar yang telah diperdakan oleh pemerintah. Kalau di Kandis belum pernah," papar Ketua Batin Singomajo Kandis.
Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Sakai Riau (HMPPS-R) Andika Sakai memastikan masyarakat Sakai asli Kandis yang ikut demo hanya sekitar 50 orang.
Andika mempertanyakan pemimpin demo bernama Soni tersebut. Karena itu, seharusnya jika memang Soni mengaku orang Sakai tunjukan dari bathin mana dia berasal. Kemudian disebutkan juga bahwa massa yang dibawanya yang mencapai seratu lebih justru sebagian besar dari luar Kandis.
"Saya minta Dapson itu janganlah membawa nama Sakai. Tunjukan kalau memang dia mengaku orang Sakai dari bathin mana dia," ungkap Andika. [red]

