Desak Gubernur Riau Mengambil Sikap

Siap tumpah darah! Ratusan warga suku Sakai longmarch 120 kilometer perjuangkan Tanah Ulayat dari PT

Siap tumpah darah! Ratusan warga suku Sakai longmarch 120 kilometer perjuangkan Tanah Ulayat dari PT

DEMO WARGA SUKU SAKAI - Warga Suku Sakai, menggelar aksi Long March dan meminta keadilan kepada Gubri karena merasa tanah ulayat mereka diserobot oleh PT Ivomas Tunggal seluas 24 Ribu Hektar | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Merasa tanah ulayat mereka diambil perusahaan perkebunan, ratusan warga suku sakai, mendatangi kantor Gubernur Riau (Gubri), Rabu (15/03/17) untuk meminta keadilan dan menemui Gubri, Arsyadjuliandi Rachman.

Dari pantuan, warga suku sakai menggelar aksi long march yang dimulai dari pasar minggu, kandis, Kabupaten Bengkalis menuju Kota Pekanbaru, sejauh kurang lebih 100 km. Mereka berangkat, Selasa (14/03/17) sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Rabu (15/03/17) sekitar pukul 07.30 WIB pagi.

Dengan membentangkan spanduk, dia berharap Gubri Riau mengusir PT Ivomas Tunggal karena dituding melakukan konspirasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak. Warga sakai menuntut agar tanah ulayat seluas 24.000 Hektare yang diserobot PT Ivonas Tunggal segera dikembalikan.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, usai diberikan gelar datuk seri setia amanah oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) langsung menemui pendemo. Dihadapan pendemo yang asli suku sakai ini, dia berjanji untuk menelusuri keberadaan perusahaan tersebut untuk mengecek perizinan yang didirikan.

"Saya sudah dengar semua, data sudah saya baca. Beri kami waktu untuk memprosesnya, karena tidak bisa langsung hari ini saya mengeluarkan keputusan, itu juga tidak benar. Ini melibatkan pihak lainnya, nanti akan kita panggil," ucap Andi lantang dihadapan pendemo.

Andi meminta warga suku Sakai untuk kembali pulang di daerah asalnya Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis. Dan dalam seruannya dia berjanji akan memanggil perusahaan dan perwakilan masyarakat suku sakai, menuntaskan persoalan tersebut.

"Beri kami waktu. Kita negara hukum dan Pemprov Riau tidak mungkin menyia-nyiakan rakyatnya sendiri," ujar Andi.

Massa yang mendengar ucapan dari Andi Rachman, mengaku sudah bosan karena dijanjikan terus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sementara, dari tahun ke tahun mereka selalu mengalami penderitaan dan terancam kelaparan.

"Tanah yang kami perjuangkan cukup banyak. Mencapai 24 ribu hektar. Kami sudah capek menerima janji-janji Pak Gubernur. Kalau memang tidak bisa hari ini, kami tunggu sampai besok, atau dua hari lagi, kami tidak akan pulang," cetus salah satu pengunjuk rasa.

Namun janji Andi tidak mendapat respons baik dari pendemo. Mereka merasa sudah bosan dijanjikan setiap tahun, namun penderitaan mereka tetap saja tidak berkurang. Sebab tanah yang mereka perjuangkan tidak sedikit, mencapai 24 ribu hektare. "Kami sudah capek menerima janji-janji Pak Gubernur. Kalau memang tidak bisa hari ini, kami tunggu sampai besok, atau dua hari lagi, kami tidak akan pulang," kata salah satu pengunjuk rasa.

Massa yang gerah terus berteriak meminta keadilan di hadapan Andi Rahman. Karena warga suku sakai terus mendesak untuk menuntaskan pada hari itu juga, Andi kebingungan dan memikih pergi meninggalkan pengunjuk massa. Warga terlihat tampak kecewa melihat hal tersebut. Karena permintaan belum dipenuhi, ratusan warga Suku Sakai bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Riau, hingga mengakibatkan ruas Jalan Jenderal Sudirman. [red]