RUPS LB, Bank Riau Kepri Klaim Laba 51,97 Persen

 RUPS LB, Bank Riau Kepri Klaim Laba 51,97 Persen

suasana RUPS BRK yang berlangsung Jumat (3/3/2017) pekan lalu

Beritariau.com, Pekanbaru - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tahun 2016 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Riau Kepri (BRK) telah berlangsung pada  Jumat (03/03/2017) malam pekan lalu.

Dalam rapat yang berlangsung di Ballroom Dang Merdu Lantai 4, Gedung Menara Balai Dang Merdu ini menyatakan BRK berhasil meraih Laba bersih pada tahun 2016 diperoleh sebesar Rp452,86 miliar, naik sebesar 51,97 persen dibandingkan dengan tahun 2015. 

Raihan ini cukup membanggakan di tengah kondisi ekonomi yang terbilang lambat. Dimana pertumbuhan ekonomi Riau hanya tumbuh 2 persen, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2 persen. 

RUPS Bank Riau Kepri ini dihadiri oleh 2 orang Gubernur yaitu Gubernur Riau dan Gubernur Kepulauan Riau serta 19 orang Bupati / Walikota dari dari Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. 

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman tampak terlihat hadir, serta Bupati Siak Syamsuar, Bupati Meranti Irwan Nasir, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi, Walikota Dumai Zulkifli As, Plt Walikota Dumai Edward Sanger, Bupati Kuansing Mursini, Walikota TanjungPinang Lis Darmansyah, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Sekda Indragiri Hilir Said Syarifuddin, Sekda Batam Jefridin, Sekda Rokan Hilir Surya Arfan, Sekda Indragiri Hulu Hendrizal, Sekda Karimun Firmansyah.

Sementara dari Bank Riau Kepri hadir  Komisaris Utama  H.R. Mambang Mit, Komisaris A. Rivaie Rachman, Direktur Utama DR.H. Irvandi Gustari, Direktur Operasional  Denny Mulia Akbar dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi.

Pelaksanaan RUPS Tahunan dan RUPS LB tersebut antara lain membahas beberapa agenda antara lain Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi dan Hasil Audit Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2016. 

Selain itu juga akan disampaikan rencana bisnis Bank Riau Kepri tahun 2017 kepada pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham juga nanti akan memutuskan antara lain Persetujuan Penambahan Modal yang Telah Disetor, Penetapan Pengurus Perseroan, penetapan Dewan Pengawas Syariah, Rencana Spin Off Syariah, Rencana Penerbitan Obligasi dan Penetapan Cadangan Tujuan.

DR Irvandi Gustari yang ditemui media mengatakan  kondisi Bank Riau Kepri ditahun 2016 menghadapi tantangan yang luar biasa beratnya  dimana pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 ada beberapa indikator ekonomi yang menjadi perhatian khusus yang menjadikan adanya kontraksi pada pertumbuhan ekonomi. 

Selain Kebijakan Menteri Keuangan pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 yang meminta pada BUMN agar dana-dana yang ditempatkan pada perbankan untuk ditempatkan dalam bentuk obligasi negara, tentu saja hal ini menjadikan likuiditas sangat ketat di dunia perbankan.

Selain itu dengan adanya Kebijakan pemerintah pusat tentang pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) yang ditunda dan Dana Alokasi Umum (DAU) berdasarkan pengajuan daerah, ini menyebabkan proyeksi Dana Pihak Ketiga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan kredit Bank Riau Kepri dilakukan dengan memperhatikan ketersediaan dana. Dengan demikian, dampak kondisi eksternal di atas (triwulan 3 dan 4 tahun 2016) sangat mempengaruhi perkembangan DPK, Kredit dan NPL.  

"Namun setelah berjuang bersama-sama disemua lini, Bank Riau Kepri tetap mampu menghasilkan laba yang terbaik ditahun 2016” dan akhirnya berhasil bertumbuh sebesar 51,97%,"  terang Irvandi.

Dalam RUPS Bank Riau Kepri juga akan dipaparkan Rencana Bisnis Bank ditahun 2017, dengan tagline "Tahun Akselerasi Kinerja Melalui Optimalisasi IT dan Peningkatan Proses Layanan: maka di tahun 2017 akan dilakukan beberapa  Inisiatif Strategis antara lain untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga dimana dilakukan dengan cara Fokus pada DPK non pemda, Diversifikasi produk dan layanan berbasis teknologi, Implementasi Unit Priority Banking, Penyempurnaan pogram Marketing Communication yang sejalan dengan Repositioning Product dan Brand Image. [rls]